Pages

Tuesday, December 29, 2009

Aku Sudah Menikah


Baru sempet nulis lagi setelah sekian lama berhenti. Yah, hanya ingin memberikan berita gembira. Aku sudah menikah. Dengan Mr Right. Alhamdulillah.. acara lancar. Ijab qobul nya mantep. Semoga Mr Right bisa menjadi imam bagi aku, istrinya, dan anak-anak nya kelak. Amin..

Udah sebulan lebih sehari, tepatnya, aku menjadi istrinya. Semakin hari, aku semakin mencintainya. Ada aja hal baru yang aku tau tentang Mr Right. Berita bagusnya, akhir-akhir ini, kami tidak bertengkar, tidak seperti sebelum kami menikah. Alhamdulillah.. Aku sangat mensyukuri nikmat ini. Menjadi istrinya. Dan aku kembali jatuh cinta padanya, untuk kesekian kalinya....


merah itu aku,
jakarta, 29 Desember 2009

Tuesday, November 24, 2009

Ketika Aku Mencintaimu

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Sudah tinggal menunggu beberapa hari saja. Tapi saudara perempuanku belum juga bisa menerima semuanya. Apa yang harus aku lakukan? Ketika mereka menarik diri, aku pun menarik diri. Karena jikapun aku terus maju, akan tetap ada jarak yang memisahkan kami. Haruskah aku mengejar mereka untuk memaksa dekat denganku?


Aku lah pendatang di tempat asal kalian, saudaraku... Seperti saudara lelakimu yang merupakan pendatang ketika masuk ke tempat asalku. Kami akan membantunya untuk belajar. Maka, ajari aku. Sebentar lagi aku akan datang. Tidak untuk mengambilnya. Sungguh.. Aku hanya berharap bisa menjadi pelengkap baginya. Bahagiakah kalian ketika bisa melihatnya bahagia?


merah itu aku,
Jakarta, 24 November 2009

Wednesday, November 4, 2009

Menuju....

Pada akhirnya kami membuat keputusan besar. Aku ingin, semua berjalan lancar, tanpa pertengkaran, dan tanpa ada orang lain yang tersakiti.
Aku akan mencintai apa yang dia cintai.

Saudara perempuanku, aku tidak pernah merebutnya dari kalian. Aku juga tidak memaksanya untuk memilihku. 
Aku bahagia bersamanya. Aku akan berusaha membuatnya bahagia juga bersamaku. Percayalah, Saudara perempuanku, keputusan ini sudah kami pikirkan. Sudah banyak hal yang kami lalui untuk menuju ke sini. 
Dukung kami. Doakan kami.

Saudara lelakiku, dia pilihanku. Terimalah dia dengan kebahagian yang hampir sama denganku. Aku percaya, kalian bisa melakukannya lebih baik dari yang bisa aku harapkan. Terima kasih telah membuatku kuat, mendukung setiap langkahku, memberikan kepercayaan kepadaku untuk membuat keputusan besar ini.

Kedua orang tua yang paling aku cintai, aku akan berbahagia dengan apapun yang telah kalian lakukan untukku. Terima kasih sudah membuatku sangat bahagia.

merah itu aku,
Jakarta, 4 November 2009
(24 hari lagi)

Thursday, October 22, 2009

Terbuang

Di sinilah aku sekarang
Ada tetapi tidak terlihat
Hidup tetapi tidak dipedulikan

Menjadi yang tersia-siakan
Menjadi yang terbuang
Menjadi tidak berharga

Harus sangat kuat untuk bisa kembali bangkit
Tanpa bergantung padanya
Tanpa mengharapkan apa-apa lagi darinya

merah itu aku,
Jakarta, 22 Oktober 2009 

Tuesday, October 20, 2009

Tak Berujung

Just another fight...
Bukan yang pertama dan aku yakin, ini juga bukan yang terakhir. Bertengkar dengan tema yang sama. MENIKAH.

Sebenernya apa sih yang menjadi tujuan dari sebuah hubungan? Menikah? Aku pikir itu bukan hal yang salah. Hanya saja, aku masih tidak habis pikir, kenapa setiap membicarakan masalah nikah, kami selalu bertengkar...

Sejak empat tahun yang lalu, tiga tahun yang lalu, dua tahun yang lalu, setahun yang lalu, dan kemudian malam ini. Kami masih saja mengakhiri pembahasan itu dengan pertengkaran. Saling menyerang, saling menyakiti, saling menunjukkan bahwa masing-masing dari kami adalah yang paling tersakiti, paling menderita, paling tidak beruntung, paling menyedihkan, dan paling ingin dilihat sebagai yang terkuat karena masih bisa bertahan dengan siksaan yang bertubi-tubi.

Kami tidak juga menjadi dewasa dengan pertengkaran-pertengkaran itu. Kami tidak juga menemukan cara untuk saling menenangkan. Kami tidak berusaha untuk mengalah. Kami tidak pernah menggunakan kepala dingin untuk membicarakannya. Kami memang sama-sama egois. Dan mungkin, itulah penyebab kenapa sampai sekarang kami belum juga menikah....


merah itu aku,
Jakarta, 2o Oktober 2009

 

Sunday, October 18, 2009

Missing Him

Baru saja dimanjakan dengan beberapa malam bersama Mr Right

Dan ketika sore ini Mr Right harus pergi, malamku menjadi begitu sepi

Hufff..
Bagaimana mungkin aku berpikir untuk benar-benar berpisah dengannya
Aku merindukan saat bersamanya..
Tolong hadirkan malam-malam itu lagi...

merah itu aku,
Jakarta, 18 Oktober 2009

Menyerah

Pada akhirnya kami harus menyerah pada keadaan
Memang sangat menyebalkan
Tapi kami harus melakukannya


Menyerah bagi kami, bukanlah memusnahkan semua mimpi yang kami miliki
Tidak
Kami masih memiliki mimpi-mimpi kami
Mimpi tertinggi kami yang pasti akan kami raih bersama-sama

Dan kami yakin, keputusan kami untuk menyerah adalah keputusan yang tepat
Menyerah untuk menang, semoga

merah itu aku,
Jakarta, 18 Oktober 2009 




Tuesday, October 13, 2009

COUNTDOWN

Hitung mundur, menunggu saat-saat terakhir..
Ditinggalkannya,
atau menjadi miliknya untuk selamanya...

dan ketika pada akhirnya aku harus ditinggalkan, aku mungkin hanya bisa menertawakan kehidupanku
melewatkan dua setengah tahun hanya untuk menunggu untuk ditinggalkan. 
cukup tragis...
tapi aku sangat yakin, tidak ada yang sia-sia
mungkin..
akan ada seseorang yang lain, yang akan mencintaiku dengan tulus, menerimaku apa adanya, seseorang yang entah seperti apa, dan bukan dia. dan aku harus belajar untuk mencintai orang itu...
atau mungkin...
usiaku tidak akan panjang, dan Tuhan terlalu menyayanginya, sehingga tidak membiarkannya merasa kehilangan ketika aku pergi
mungkin... entahlah...
semoga aku bisa menerima segala kemungkinan yang akan terjadi
semoga 


merah itu aku,
Jakarta, 13 Oktober 2009

Friday, September 25, 2009

Just Let It Go

Mungkin pada akhirnya aku tau, kenapa semuanya begitu sulit untukku. Yah..untuk kami lebih tepatnya...
Semua memang akan indah pada waktunya. Ketika waktu itu sudah datang, bahkan meskipun kita berusaha menghindarinya dengan seluruh jiwa raga yang kita miliki, kita tidak dapat mengindar.
Semua akan terlihat begitu nyata, ketika kita sudah melewati semuanya.
Semua baru kita sadari ketika kita sudah lelah marah, sudah lelah untuk kecewa...
Sabar...
Pasrah..
Melupakan semua marah..
Menghilangkan semua kecewa..
Membuang semua prasangka..
Memaafkannya..
Memaafkan diri sendiri...
Just let it go...

merah itu aku,
Jakarta, 25 September 2009

Wednesday, September 16, 2009

Rencana Mu

Masih belum tau apa yang direncanakanNya untukku, kami, dan Mr Right tentunya. Setelah mempertemukan kami sembilan tahun yang lalu, membuatku jatuh cinta padanya, memisahkan kami selama beberapa tahun, kemudian mempertemukan kami kembali dalam hubungan yang lebih baik, memisahkan kami lagi ketika aku mempunyai berjuta mimpi untuk bahagia bersamanya, dan kembali mempertemukan kami beberapa bulan yang lalu.

Aku tidak pernah bisa tau apa yang sebenarnya Engkau rencanakan. Aku hanya bisa bersabar, berdoa, berharap, dan terus bermimpi. Bersamanya, bahagia, dan mendapat ridho dariMu.

Jangan bertanya tentang cinta. Aku berkali-kali jatuh cinta pada Mr Right. Jatuh cinta pada setiap kebersamaan kami. Dan akan selalu jatuh cinta kepadanya. Apakah Engkau iri? Apakah ini cara Engkau menunjukkan kemarahanMu?

Akupun mencintaiMu. Dan sungguh, cintaku kepadaMu tidak bisa disetarakan dengan cintaku pada Mr Right. Sama sekali tidak sama. Tolong..mudahkan langkah kami.. Aku memohon kepadaMu....

merah itu aku,
Jakarta, 16 September 2009

Tuesday, September 15, 2009

"Kamu kurusan kah?"

"Kamu kurusan kah?" begitu pesan singkat yang Mr Right kirimkan ke ponselku. Dzigh... Mungkin tidak terasa aneh ketika itu disampaikan ketika kami bertemu. Tapi kalimat itu disampaikan dengan tanda tanya-yang artinya dia ingin tahu, ingin jawaban, dan aku yakin, itu bukan pertanyaan retoris-sehari setelah kami bertemu. Hey???? Apa kemarin kamu tidak melihatku??? Dan sekali lagi, aku yakin pertanyaan itu dia lontarkan karena mama yang membicarakanku dengannya setelah aku pulang dari kunjunganku ke rumahnya kemaren sore. Aku ingat ketika mama memperhatikan dan kemudian mengomentari tubuhku yang semakin mengurus.

Haha.. aku tidak marah karena Mr Right tidak memperhatikan tubuhku yang mengurus. Hanya karena aku tahu, dia Mr Right, dan aku mengenalnya dengan baik.

merah itu aku,
Jakarta, 15 September 2009

Saturday, September 12, 2009

Ramadhan Terakhir

Sejak beberapa tahun yang lalu, aku selalu berharap bahwa Ramadhan tahun itu adalah Ramadhan terakhir bagiku sebagai lajang. Tapi hingga tahun ini, harapan itu belum juga terwujud. Aku masih tetap lajang, sendirian melewati Ramadhan. Semakin tahun, rasanya semakin sepi sajya....

Doa dan harapanku belum berubah pada tahun ini. Semoga tahun ini adalah tahun terakhirku menjadi lajang dalam melalui Ramadhanku. Insya Allah... Aku selalu berdoa dan berharap.

Merah Itu Aku,
Jakarta, 12 September 2009

Thursday, September 3, 2009

Berita Gembira

Baru mendengar berita membahagiakan dari seorang sahabat dari ujung timur pulau jawa. Seorang sahabat yang menikah 5 Juli 2009 sudah hamil 5 minggu. Alhamdulillah... Menjadi orang yang bisa mendengar berita bahagia itu langsung dari pelaku utama. Selamat menunggu kelahiran anak pertamanya, ya... Semoga diberi kesehatan dan kekuatan. Tetap semangat dan banyak-banyak berdoa.

merah itu aku,
Jakarta, 3 September 2009

Tuesday, August 4, 2009

Aku Ikhlas...

Aku tidak ingin meninggal dalam keadaan belum menikah..
tetapi...
jika aku harus meninggal saat aku berada di tempat suci itu besok...
aku ikhlas...

merah itu aku
Jakarta, 4 Agustus 2009

Friday, July 31, 2009

Aku Lebih Mencintainya

Memang tidak pernah ada yang memintaku untuk memilih
Memang tidak pernah ada yang menanyakan siapa yang lebih aku cintai

Dan aku pun memang hanya ingin mengatakan
bahwa aku lebih mencintainya
aku lebih memilihnya
tanpa harus ada yang bertanya atau memintaku untuk memilih
Ya
aku memang lebih mencintainya

Just for my Dad...

Merah itu aku,
Jakarta, 31 Juli 2009

Monday, July 27, 2009

Sakitmu Jadi Sakitku Juga

Jumat sore menjadi begitu menyesakkan untukku. Rencana kedatangan Mr. Right ke Jakarta mendadak dibatalkan.
'..Aku tepar neh, pns-ny 39 barusan, klo ga trn2 ntar sore mo priksa lab...Ntar aku kbrin lg'
Panasnya 39? Gila... Dan tak sadar, mataku membasah. Entah karena dia sakit, atau lebih karena dia tidak jadi datang, dan aku sangat membutuhkan kehadirannya saat itu. Kenapa dia harus sakit, Tuhan....

Hari Sabtu, panasnya masih belum turun juga. Dan malamnya, dia masuk rumah sakit. Opname.
Aku tidak bisa sendirian malam itu. Kemudian aku memutuskan untuk menginap di basecamp janda-janda rantau setelah menghibur diri dengan makan bersama di Blok M Plaza.

Masih di hari Sabtu, malamnya, aku tidak bisa menghubunginya. Handphone nya tertinggal atau memang sengaja tidak dibawa. It's really killing me... Dia sakit, aku tidak bisa menemaninya, bahkan untuk menghubunginya dengan cara yang wajar pun aku juga tidak bisa.

Aku sakit.. Merasa benar-benar sakit. I love you and really really miss you... Please get better soon....

Merah itu aku
Jakarta,27 Juli 2009

Saturday, June 27, 2009

Minggu yang Berat

Setelah mengawali minggu ini dengan cuti di hari Senin, aku pikir, minggu ini akan berjalan mulus dan menyenangkan. Ternyata, harapan tinggalah harapan..

Hari Selasa, aku ketemu partner baruku, seorang perempuan mungil yang tampak pendiam dan ramah-yang sangat bertolak belakang dengan partner ku sebelumnya-bertubuh besar dan terlihat garang (piss,Met..). Namanya Endah, dan kami pun hanya berbicara seperlunya saja.
Hari Selasa adalah hari pertama aku bertemu dengannya, meskipun dia sudah mulai masuk sejak hari Senin, saat aku cuti.

Hari Rabu, pembagian tugas untuk kami berdua. Pekerjaan yang semula -setelah partner lamaku resign- aku hajar sendirian, akhirnya menjadi terlihat lebih ringan dengan pembagian hari itu.

Hari Kamis, hari penyiksaan untukku karena aku harus bangun dini hari supaya aku bisa sampai di BPOM sepagi mungkin. Kenapa aku harus berangkat sepagi mungkin di hari Kamis? Sebagai regulatory officer, pekerjaanku adalah berkonsultasi dengan evaluator mengenai dokumen registrasi yang telah aku submit ke BPOM, untuk mempercepat pengeluaran nomor ijin edar. Di bagian suplemen makanan dan OT, untuk mendapatkan nomor antrian konsultasi minggu depan (hari konsultasi Selasa, Rabu, dan Kamis), kami harus hadir di hari Kamis pagi sekali. Hanya 25 perusahaan yang bisa terdaftar di setiap harinya. Jadi total dalam seminggu adalah 75 perusahaan.
Pagi di hari Kamis ini terasa kurang mengenakkan. Dan taulah aku, kami (aku dan seorang driver kantor) tersesat setelah turun tol. Kami harus naik tol karena kami hanya berdua (artinya kami ga bisa lewat three in one Jalan Sudirman) dan kami menghindari kawasan macet Pejompongan.
Jadilah kami sampai di BPOM kurang pagi (yang berarti bahwa aku tidak bisa mendapatkan nomor bagus untuk konsultasi minggu depan). Tapi masih cukup bersyukur meskipun mendapat nomor 25 di hari Selasa. Setidaknya masih bisa konsultasi.
Penderitaanku tidak berhenti sampai di situ.
Hari Kamis, saat aku konsultasi, tidak seperti biasanya, ada beberapa orang dari marketing yang ikut. Dan entahlah... tiba-tiba salah seorang dari orang marketing itu mencecarku. Dia katakan alasan-alasan kenapa dia mencecarku. Tetapi, aku tetap menganggap bahwa alasan dia tidak cukup kuat untuk mencecarku. Dan dia bukan atasanku, jadi sampai kapanpun selama dia bukan atasanku (amit-amit jabang bayi..jangan sampe dia jadi atasanku). Semakin suara dia tinggi, suaraku pun semakin meninggi. Huh! I hate her so much more before!

Hari Jumat pagi. Partner baruku keluar dari ruangan bosku setelah berada di sana cukup lama. Setelah dia kembali ke mejanya -di samping mejaku- aku menyerahkan beberapa pekerjaan yang mesti dia selesaikan. Tapi mataku terhenti pada layar monitor di mejanya..dia bersiap-siap men-shutdown komputernya. Seketika itu juga kecurigaanku muncul. Dan pertanyaan ini langsung terlontar "Kamu mo resign ya?" Senyuman di wajahnya sudah menjawab pertanyaanku. Aku berusaha biasa. Yah, apa yang bisa aku lakukan untuk menahan perempuan mungil yang baru aku kenal 3 hari yang lalu itu, yang bahkan nomor handphone nya aja belum aku simpan di phonebook ku.
Selamat datang kembali pekerjaan yang menumpuk.. I'm alone again..

merah itu aku,
Cilacap, 27 Juni 2009

Wednesday, June 24, 2009

Merubah Gaya Rambut

Jika ada yang mendambakan memiliki rambut bergelombang berantakan, aku tau bagaimana cara mendapatkannya.

Keramaslah sebelum tidur. Lalu tidurlah dengan rambut setengah basah. Dijamin pada saat kamu terbangun, rambut bergelombang berantakan yang kamu inginkan sudah berhasil kamu dapatkan.

Selamat mencoba...

Tips ini diperoleh dari pengalaman pribadi penulis (^o^)v

merah itu aku
Jakarta, 24 Juni 2009

Tuesday, June 23, 2009

Abis Liburan Panjang

Menyenangkan sekali menambah libur weekend di hari Senin. Meskipun menjadikan hari Selasa berasa Senin ajya.. Tetapi, liburan tetaplah liburan. Panjang.. Uhh.. Catet..

Merasakan acara makan siang bareng Mr Right di hari kerja. Hihihi.. Sesuatu yang baru pernah aku rasakan. Nice.. Haha.. Segala hal yang dilakukan bersamanya memang selalu terasa menyenangkan. Bahkan untuk bagian berantem sekalipun. Ah, tiada pertemuan tanpa pertikaian (idih..ga seserem itu juga sih..)

Jadi pingin liburan lagi, nih.. Hmmm...

merah itu aku
Jakarta, 23 Juni 2009

Monday, June 15, 2009

Hanya Ingin Menulis dengan Jujur

Parraaahhhh...
Bayang pun, sodara-sodara.. Malam ini, aku hampir membuat blog lagi. Gara-gara aku lupa nama blog di blogspot ini. Yayaya.. Sejak kehilangan besarku beberapa bulan yang lalu (baca di sini), aku mulai membuat blog di tempat-tempat yang menawarkan rumah gratis. Termasuk di blogspot ini.
Aku belum merasa nyaman dengan menulis di beberapa blog yang aku buat, tidak seperti ketika aku menulis di blog pertama ku. Di sana (blog pertamaku-yang sudah hilang), aku merasa sangat bebas untuk menulis apa pun yang aku rasakan. Mungkin karena tidak banyak yang tau bahwa selama itu, aku menulis di sana. Dan orang-orang yang berkunjung ke blog itu adalah orang yang tidak berada dekat dengan ku.
Aku akan tetap mencari sampai aku menemukan tempat yang membuatku nyaman menulis. Karena aku hanya ingin menulis dengan jujur.


merah itu aku,
Jakarta, 15 Juni 2009

Tuesday, June 9, 2009

Moving from Another Blog (Again)

Ya ampun.. setelah bencana kehilangan blog beberapa waktu yang lalu, sekarang aku kembali dikecewakan oleh blog pengganti yang baru beberapa bulan ini aku pake (ngegantiin blog sebelumnya).

Bukan kali pertama blog keduaku bertingkah. Entahlah, ada apa dengannya.. Maka, aku pun mencoba untuk membuat blog baru di sini-yang semoga-tidak akan mengecewakan ku.

Akhirnya, aku memutuskan untuk memindahkan postingan ku di blog ke-2 ku-segera-setelah blog itu beres. Semoga prosesnya tidak terlalu menyebalkan.

merah itu aku,
Jakarta, 9 Juni 2009