Pages

Saturday, April 27, 2019

Klaster 1: Dapur (Part 2)

Setelah libur kuliah Gemar Rapi selama seminggu, akhirnya kami kembali lagi dengan task 7. Masih seputar dapur. Dan kali ini giliran kulkas😌. 
Silakan baca klaster dapur (part 1) di sini.
Untuk berbenah dapur sendiri, aku masih belum kelar. Karena ternyata saat praktek langsung, muncul ide yang tiba-tiba tercetus untuk sedikit merubah lokasi penyimpanan barang-barang perdapuran. Barang-barang yang di declutter pun semakin banyak saja🤭. Kalo udah bener-bener beres, aku share di mari.

Okay...aku lanjutkan cerita berbenah dapur ya...
Sebenernya aku udah mulai 'mengkotakkan' bahan makanan di kulkas sejak beberapa tahun yang lalu. Saat itu belum hits istilah food prep. Ato aku nya yang kurang pergaulan dengan dunia dapur pada masanya.
Memasukkan bahan makan pada kotak-kotak itu bertujuan supaya kulkas rapi dan mudah menemukan serta menyimpan kembali bahan-bahan tersebut. Karena aku gampang bete kalo berantakan, maka kotak-kotak itu amat sangat membantu. Ternyata, dengan memasukkan ke dalam kotak, bahan makanan juga semakin awet (asal treatment nya benar).

Berikut ini adalah penampakan kulkas setelah dibersihkan. Tidak banyak berubah dan memang tampak kosong di akhir minggu😁.


Dalam seminggu, aku bisa menghabiskan setengah sampai satu kilogram kentang dan wortel. Kentang dan wortel hampir selalu ada di rumah, seperti halnya telur😄.
Aku memang memasukkan kentang ke dalam kulkas supaya ga berceceran di luar. Dan alhamdulillah tidak ada kendala yang berarti karena selama ini kentang termasuk bahan yang fast moving.
Kalau telur, seminggu bisa habis 1 kilogram kerena anak-anak dan Mr. Right suka banget makan telur. Aku sih seneng-seneng aja. Masaknya gampang😌.

Tepung dan keju, aku plot dalam belanja bulanan. Tepung 1 kilogram per bulan dan keju, 2 kotak.




Isian freezer standar aja. Daging ayam seminggu setengah kilo. Biasanya buat sop atau ayam kecap. Iga sapi stoknya awet. Ga ada perkiraan berapa kebutuhan per bulan. Biasanya diisiin sama eyangnya anak-anak, sama seperti halnya bakso. Sepertinya mereka tau, kapan stok iga dan baksoku habis😁. 

Untuk bahan makanan lainnya, aku ga bisa pastikan berapa jumlah yang dibutuhkan. Tergantung menu masakan yang aku buat tiap minggu.

Evaluasi dari berbenah kulkas yang sudah aku lakukan:
1. Aku masih menemukan bahan makanan yang sudah membusuk gara-gara aku beli makan di luar dan ga masak. Trus besok2annya lupa kalo punya sayur itu karena menu masaknya udah beda😔
2. Pastri instan masih tersisa secuil di freezer dan ternyata sudah kadaluarsa. Sedih banget... udah lama ga berhubungan dengan pastry sampe lupa masih punya simpenan.

Rencana ke depan, aku tetap akan melakukan food preparation lebih disiplin lagi agar tidak ada bahan makanan yang terbuang.

Kebiasaan baik yang akan rutin dilakukan:
1. Harian:
- mencuci peralatan masak dan makan, segera setelah digunakan
- mengganti lap tangan 2 hari sekali

2. Mingguan:
- mengganti keset dapur
- mencuci rak piring samping sink
- mengecek kondisi duo bawang

3. Bulanan:
- membersihkan kulkas
- cek stok persediaan bahan makanan

Alhamdulillah mendapat dukungan dari suami tercintah untuk mengurangi barang-barang dapur secara besar-besaran. Semoga tidak dijadikan alasan untuk beli peralatan dapur yang baru🤭.

Merah Itu Aku
Jogja, 27 April 2019




No comments:

Post a Comment