Pages

Saturday, March 12, 2022

Pendukung Pertama

Haiii ...

Keluarga merupakan entitas terkecil di sekitar kita. Dengannya, kita bisa menjadi diri sendiri dan mendapat dukungan serta masukan secara jujur.



Awalnya, aku tidak peduli bagaimana keluargaku mendukung setiap kegiatan yang kulakukan. Beberapa tahun belakangan, barulah aku sering berdiskusi dengan Mr. Right, tentang apa yang akan aku lakukan terkait dengan pengembangan diri.

Sebagai ibu rumah tangga yang pernah bekerja di ranah publik, merupakan hal yang membosankan ketika aku berada di rumah, tanpa melakukan kegiatan, selain yang rutin aku lakukan. Beberes dan menyiapkan makanan sudah menjadi hal yang kukerjakan sehari-hari. Kadang, seorang ibu seperti aku, juga perlu untuk me time.

Ada kegiatan yang sering kujadikan sebagai me time mudah, murah, dan meriah.

1. Menulis.

2. Crafting.


Aku menyukai kedua kegiatan tersebut karena dapat dilakukan di rumah, tanpa meninggalkan anak-anak, dan dengan peralatan yang sudah ada. 

Sebagai seseorang yang memiliki kepribadian intovert, aku memang membutuhkan waktu sendiri untuk meningkatkan semangat. Dengan kedua kegiatan tersebut di atas, aku sudah bisa mendapatkannya.

Bahagianya lagi, keluargaku tidak pernah menghalangi, bahkan sangat mendukung apa yang menjadi kegemaranku ini. Mereka, terutama Mr. Right, sudah tahu bahwa kegiatan tersebut sangat membahagiakan untukku. 

Keluarga juga banyak menjadi sumber inspirasiku dalam menulis. Pada awal-awal kembali ke dunia perblogan pun, aku banyak bercerita tentang keluarga. Bagaimana menyambut kehadiran anak pertama, kedua, kemudian disusul dengan keputusan berhenti bekerja karena alasan keluarga, dan seterusnya. Aku berasa menjadi buku terbuka yang bisa dibaca oleh siapa pun. 

Menulis kisah hidup, terkadang membuat kurang percaya diri. Apakah sepenting itu kehidupanku untuk dibagikan? Akan tetapi aku sadar, bahwa menulis merupakan kebutuhan untuk mengalirkan rasa. Bukan tentang bagaimana orang lain akan menyukai tulisanku atau tidak.

Bagiku, dukungan keluarga dapat memperlancar ide dan meningkatkan rasa percaya diri dalam melakukan maupun memutuskan sesuatu. Beberapa saat yang lalu, untuk pertama kalinya, aku meminta Mr. Right membaca tulisanku. Seperti yang sudah kuduga, komentarnya tidak panjang kali lebar. Akan tetapi, aku mendapat apresiasi yang mampu membuat tersenyum bahagia.

Selain menulis, Mr. Right juga mendukungku dalam meningkatkan kemampuan crafting. Beberapa kali, dia mendorongku untuk berani membuka kelas atau workshop. Selain untuk mengembangkan diri, dorongannya juga bertujuan untuk membuatku semakin melebarkan jangkauan. Sebenarnya, aku belum sepercaya diri itu. Melihat kepercayaan yang diberikan padaku, rasanya aku malu jika tidak melakukan saran darinya.

Beberapa kali aku mengisi workshop karena dukungan darinya. Tanpa izin dan rida dari Mr. Right, apa yang aku lakukan selama ini tidak akan mungkin berjalan lancar. 

Aku bersyukur sekali dengan semua kemudahan yang telah diberikan. Bahagia sekali karena dapat melakukan kegiatan yang aku sukai tanpa harus meninggalkan keluarga.


Merah Itu Aku

Jogja, 12 Maret 2022



Monday, March 7, 2022

Jurnal Zona O (Pekan ke-2)

Haiii ...

Pada jurnal Zona O pekan ke-2 ini, aku akan bercerita tentang:

1. Aliran rasa Hexagon City Virtual Conference (HCVC).

2. Insight Talkshow Hexagon City Virtual Conference.

3. Keseruan Hexagon City Fair.


1. Aliran Rasa Hexagon City Virtual Conference

Sebenarnya, ini sudah aku tulis pada jurnal sebelumnya. Saat aku menulis tentang keseruan menjadi speaker, aku juga menyenggol-nyenggol tentang peran lainnya.

Hexagon City Virtual Conference memang sudah membuat banyak Hexagonia keluar dari zona nyaman. Aku lebih menekankan kepada peran speaker. 

Orang-orang yang tidak suka tampil dan berbicara di depan khalayak, mendadak harus menjadi pembicara untuk acara yang dibuat sendiri. Semua persiapan juga dilakukan secara mandiri.

Aku termasuk orang yang tidak suka dan merasa tidak bisa berbicara di depan umum. Aku juga tidak punya bakat mengajar. 

Menjadi speaker mengajarkan banyak hal. Rasanya harus mengatakan selamat tinggal pada kegaptekan. Sungguh campur aduk macam gado-gado.

Banyak tema menarik yang betebaran di semua sosial media Hexagon City. Pengen melahap semuanya. Namun, aku harus menahan diri dengan mantra, "Menarik tapi tidak tertarik." 😆

Setelah selesai HCVC, ternyata aku mendapat surat cinta berupa sertifikat speaker. Sungguh tidak menyangka.

Menjalani beberapa peran dalam satu pekan memang sangat menguras energi. Hingga akhir HCVC di hari Sabtu, aku masih menjalani peran sebagai Bumblebee untuk melengkapi jurnal peran.




2. Talkshow Hexagon City Virtual Conference

Jadwal Talkshow ini sangat mendadak aku dapatkan dari grup Co-House. Aku agak terlambat hadir saat live sehingga harus menonton kembali rekamannya.

Pada talkshow tersebut, ada beberapa hal yang disampaikan. 

- Pemaparan penelitian Mbak Syifa tentang gamifikasi di Hexagon City.

Keseruan HCVC, ternyata menggoda Mbak Syifa untuk melakukan penelitian tentang gamifikasi di Hexagon City.

Sebagai salah satu Hexagonia dan juga menjadi speaker yang terlibat di HCVC, cukup banyak yang membuatku mengangguk-anggukkan kepala tanda setuju.


- Cerita di balik layar speaker dan tim formula HCVC.

Dari talkshow itu juga, aku mendengar banyak cerita tentang perjuangan yang dihadapi Hexagonia dalam HCVC. Ternyata banyak sekali dukungan keluarga untuk menyukseskan acara HCVC.


3. Hexagon City Fair

Setelah seminggu sibuk dengan HCVC, kami langsung lanjut ke acara besar selajutnya. Semula, aku berniat ikut meramaikan. Akan tetapi, pendaftaran yang berlangsung saat akhir pekan, membuatku tidak bisa berbuat banyak.



Aku sempat berjalan-jalan untuk melihat toko Hexagonia. Dari situ, aku berbelanja dua macam barang.

Belanjaan pertama adalah stiker untuk bullet journal yang dijual oleh teman satu co-house. Bahkan sebelum masuk Hexamarket pun, aku sudah bersemangat membelinya.

Aku sudah tidak sabar menunggu kiriman dari Mbak Novi sampai ke tanganku 😁.



Belanjaan kedua adalah baju yang dijual oleh a-mood, a.k.a jualan Mbak Aling. Selain berasal dari satu regional, ternyata baru kusadari kalau Mbak Aling juga satu cluster di Hexagon City 😆.



Belanjaan dari toko Mbak Aling sudah sampai. Masya Allah, bonusnya buanyak banget. Aku merasa sangat bersyukur karena tidak melewatkan kesempatan berbelanja di toko Mbak Aling.


Belanjaanku cuma baju pink itu dan yang datang serombongan begini. Ternyatanya lagi, di balik baju pink itu ada dress merah yang tersembunyi sebagai tambahan bonus, selain yang tampak di foto.

Gimana nggak ngrasa menang banyak, kan? Huehehehe ... Mbak Aling terlove pokoknya.


Semoga berkah dan lancar rezekinya, ya, para vendor ❤❤.


Demikianlah jurnal pekan kedua di zona O. Sudah hampir mencapai akhir perkuliahan. Semoga bisa menyelesaikan dengan baik.



Merah Itu Aku

Jogja, 7 Maret 2022