Wednesday, January 30, 2019

Tiga Jagoan

Ada beberapa pertanyaan dan komentar senada yang kerap kali muncul ketika orang tau bahwa aku merupakan ibu dari 3 anak laki-laki. Apa yang salah dengan punya 3 anak laki-laki semua? Jelas ga ada yang salah๐Ÿ˜ƒ

Kira-kira begini macam pertanyaan dan komentarnya (sekaligus aku jawab ya biar ga penisirin๐Ÿ˜)
● Gimana rasanya punya anak cowo semua, 3 pulak?
○ Berasa paling cantik di rumah (ya iyalaaaaa)

● Kalo di rumah, anak-anak suka berantem ga?
○ Mereka bertiga akur banget kok (harapan emaknya๐Ÿ˜‚)

● Coba nambah satu lagi, siapa tau yang ke4 cewe
○ Hmmm...

Yah.. kira-kira itu ke kepo an orang-orang tentang kehidupan emak dengan 3 anak laki-laki. Kalo ada yang mau nanya-nanya, boleh tambahin di kolom komentar๐Ÿ˜.


Merah Itu Aku
Jogja, 30 Januari 2019
Continue reading Tiga Jagoan

Monday, January 28, 2019

,

Craft Addict

Beberapa bulan belakangan ini, aku bergelut dengan berbagai macam hal yang berhubungan dengan craft. Yah.. aku memang bisa dibilang craft addict. Selalu berbinar-binar dan bersemangat ketika bersinggungan dengan craft.

Tiap aku berkenalan dengan macam craft, aku begitu mudah jatuh cinta. Taruhlah ketika aku berkenalan dengan felt craft, aku langsung memborong kain flanel untuk membuat berbagai macam bentuk dengan kain tersebut. Yang terjadi akhir-akhir ini, aku berkenalan dengan knotpillow (bantal yang diiket-iket membentuk bola atau bentuk lain yang cantik), macrame (seni menyimpul tali menjadi berbagai macam bentuk dekorasi dan aksesori), dan yang terbaru adalah paper quilling (seni menggulung kertas yang dirangkai menjadi berbagai macam bentuk hiasan keren).

Belum pernah aku dikecewakan oleh craft. Hihi...
Kalau kamu, termasuk craft addict bukan? 


Merah Itu Aku,
Jogja, 28 Januari 2019
Continue reading Craft Addict

Tuesday, August 14, 2018

Stress Release dan Self Healing

Bismillahirrohmanirohim

Assalamualaikum smuanya...Heihooo... *dadah dadah ala princess*

Rasanya udah lama banget ga nulis di sini (bukan rasanya sih...tapi emang๐Ÿ˜)

Baeklah pemirsa, kita mulai saja.

Saya mau cerita kalau akhir-akhir ini saya dipertemukan dengan komunitas yang saya banget ๐Ÿ˜. 

Pertama, saya dipertemukan dengan mba Baby Dinata di instagram. Mba Baby ini founder Upload DIY, suatu komunitas yang menurut saya kreatif banget karena hobi membuat barang bekas menjadi barang yang bermanfaat. Bagi saya yang suka berkreasi dengan apapun, postingan-postingan mba Baby dan komunitas yang dibuatnya sangat menginspirasi. Dan yang berhubungan dengan crafting adalah favorit saya๐Ÿ˜†. Thanks mba Baby ๐Ÿ˜˜ 

Kedua, saya dipertemukan dengan komunitas Ibu Profesional dengan founder Ibu Septi Peni Wulandari. Sebenernya saya sudah lama tau komunitas ini. Beberapa teman, baik di dunia nyata maupun di dunia maya, merupakan member Institut Ibu Profesional (IIP). Saya tau dari postingan-postingan mereka di medsos. Saat itu, saya hanya membaca, seru ih...tapi saya belum tergerakkan untuk menjadi bagian dari komunitas tersebut. Belum jodoh nampaknya. Hehe... 
Tapi yang namanya jodoh memang ga ke mana ya... setelah kelahiran anak ketiga, saya sempat terluka lahir dan batin. Apa yang saya inginkan tidak berjalan mulus. Dan saat itu, saya seperti mendapatkan cahaya ketika IIP membuka program matrikulasi. Hanya berbekal pengetahuan yang seuprit tentang IIP, akhirnya saya mendaftar. Alhamdulillah...saya berhasil diterima. Sungguh saya sangat bersyukur dipertemukan dengan orang-orang hebat di komunitas ini. Di sini saya beajar untuk menjadi perempuan yang bahagia. Love yaa mba emba semuanya๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š.

Ketiga, ini yang baru banget, saya dipertemukan secara tidak sengaja dengan komunitas KonMari. Komunitas pecinta beres-beres. Saya dapat link pembukaan kelas KonMari di grup WA pesanan buku (makasih mba Kay). Begitu lihat sekilas tentang KonMari, saya langsung jatuh cinta. Beres-beres adalah hobi saya, dan siapa sangka siapa nyana, ternyata di dunia yang luas ini terdapat komunitas yang terobsesi dengan keteraturan menyimpan sesuatu (saya banget dah) dengan metode dan step-step yang menurut saya keren banget. Akhirnya saya mendaftar kelas KonMari mba Rika Subana. Terima kasih mba๐Ÿ˜˜

Menurut teman saya, menulis bisa menjadi self healing. Dan akhirnya saya kembali menulis karena itu membuat saya bahagia. Sama halnya dengan crafting dan beres-beres ๐Ÿ˜Š.
Tulisan-tulisan saya selanjutnya akan banyak bercerita tentang sepak terjang (jyaaahhh...maksudnya kegiatan) saya dalam komunitas-komunitas tersebut. Semoga saya istiqomah ya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜.

Merah Itu Aku
Jogja, 14 Agustus 2018


Continue reading Stress Release dan Self Healing

Tuesday, April 14, 2015

JODOH

Kejadian beberapa saat terakhir ini bikin saya gatel pengen bikin sebuah tulisan. Tentang 'jodoh'. Tentang rahasia Tuhan selain kematian. Rahasia yang baru terungkap ketika itu datang.

Bukan berarti saya sedang mencari jodoh atau bermaksud untuk menjodohkan seseorang. Tapi tentang seseorang yang belum menemukan jodohnya. Iya, BELUM.

Selama apapun kamu pacaran dengannya,
secinta dan sesayang apapun kamu kepadanya,
sedalam apapun kamu merasa sudah mengenalnya,
bahkan sekuat apapun kamu memaksakannya,
kalau dia bukan jodohmu, kamu tidak akan menikah dengannya.

Ada beberapa orang yang saya kenal pada akhirnya menikah dengan orang yang baru dikenalnya, bukan dengan orang yang sudah bersamanya sekian lama, dan mereka bisa hidup bahagia. 

Masa lalu hanyalah sebuah masa lalu yang tidak perlu menjadi perusak kebahagiaan di masa depan.
Kamu hanya perlu memaafkan diri sendiri. Ini hanyalah jodoh yang penuh rahasia seperti kematian yang hanya dapat diketahui ketika itu datang.

Tetaplah menjadi orang yang berbahagia dan bisa membahagiakan orang lain.
Doa kami selalu menyartai langkahmu menuju kebaikan dan kebahagiaan.
Kebahagian merupakan hak bagi semua orang. Termasuk kamu. Iya, kamu ;)


merah itu aku,
14 April 2015 - Jogja 

 

 
Continue reading JODOH

Sunday, September 15, 2013

Full Time Mother

Sudah 3 tahun agak mengabaikan blog ini. 
Update status dulu yee.. 
12 Oktober 2010, aku melahirkan seorang anak laki-laki, anak pertama kami, dan kami beri nama Muhammad Zidan Assafir. Lahir normal, dengan berat 3,5 kg, panjang 50 cm, mundur 4 hari dari HPL, sempet stres dan menolak mentah-mentah ketika 'dipaksa' mengkonsumsi rumput fatimah. Cerita versi panjangnya, sebaiknya aku pisahkan dari postingan yang ini :)
19 Juni 2012, aku melahirkan anak kedua, laki-laki lagi, dan kami beri nama Muhammad Athar Razan Assafir. Alhamdulillah, lahir normal juga, berat 3 kg, panjang 50 cm.  Ga ditungguin Mr Right karena maju 2 hari dari HPL, beliau baru dateng keesokan harinya. Cerita versi panjangnya, sama seperti kakanya, sebaiknya aku pisahkan dari postingan ini.

Sebenernya sudah berniat nge blog kemaren malem. Tapi karena satu dan lain hal, baru bisa dilakukan malam ini.
Ini adalah malam kedua menjadi full time mother (FTM). Kepikiran menjadi FTM sejak pernikahan asisten rumah tangga (ART) ku yang sudah aku percaya untuk menjaga #DuoAssafir selama aku kerja. Kapan pun ART ku itu memutuskan untuk mengikuti suaminya, aku akan meninggalkan pekerjaan kantoranku dan mengabdi sepenuhnya kepada #DuoAssafir.
Daaann..saat itu pun tiba. Setelah libur lebaran, aku mengajukan resign untuk memenuhi janjiku pada #DuoAssafir.
Banyak pertimbangan kenapa akhirnya aku begitu yakin dengan keputusanku ini. Salah satunya adalah Mr Right yang tidak tinggal bersama kami. Aku mulai mengkhawatirkan pertumbuhan #DuoAssafir. Mereka #DuoAssafir tidak bisa bertemu ayahnya setiap hari karena tinggal di pulau yang berbeda. Dan akan sangat tidak adil untuk #DuoAssafir jika aku pun harus meninggalkan mereka dari Senin hingga Jumat, dari pagi hingga sore (bahkan terkadang hingga malam).

Di sinilah aku sekarang. Mengevaluasi tugas baruku sebagai FTM di malam hari ketika #DuoAssafir sudah tidur.

Hari pertama, aku berteriak cukup sering untuk menganulir beberapa gerakan membahayakan dari Zidan maupun Athar. Sore harinya, Zidan mengalami insiden kecil yang menghadiahinya sebuah benjol di kepala. Kedua bos baruku memang menakjubkan :)

Hari kedua, hari ini, #DuoAssafir menangis dan berteriak lebih banyak dibanding hari pertama. Dan aku berhasil mengurangi jumlah teriakkanku dari hari pertama, tetapi aku masih harus meningkatkan kesabaranku hingga tanpa batas. 

Sungguh, menjadi FTM bukan hal yang mudah. Aku sudah pernah membaca artikelnya, tapi sungguh, kalau tidak mengalaminya sendiri, aku ga akan pernah tau seberapa sulit menjadi FTM. Hal yang paling sulit pada saat ini adalah sabar. Menaklukkan #DuoAssafir memang tidak mudah, tapi aku pasti akan melakukannya. Demi kecintaanku pada #DuoAssafir, demi melihat mereka berdua tumbuh dan berkembang dengan curahan kasih sayang yang memang sudah menjadi haknya.
Aku sudah memutuskan untuk menjadikan #DuoAssafir sebagai bosku. Aku sudah memutuskan untuk bertugas 24/7 (bukan lagi 8-17/5).

Doakan semoga semua berjalan lancar, menjadi yang terbaik untuk semuanya. Amin..
Kita ketemu di cerita selanjutnya ;)

Jakarta, 15 September 2013

merah itu aku  


  
Continue reading Full Time Mother

Sunday, September 12, 2010

Kakak Lelakiku...

Sudah H + 3 dan kakakku belum juga pulang. Ucapan selamat idul fitri yang aku kirimkan via sms pun belum dibalasnya. Teleponku tidak pernah dia angkat. Padahal aku hanya ingin mengucapkan selamat idul fitri dan meminta maaf seperti lebaran tahun-tahun sebelumnya. 

Tahun ini aku tidak bisa pulang ke Cilacap untuk ber-Idul Fitri bersama keluarga besarku. Dan ternyata begitu pula dengan kakakku. Aku sedang hamil besar. Tetapi entahlah ada apa dengan kakakku. Tidak mungkin dia sedang hamil besar juga (selain dia belum menikah, dia juga seorang laki-laki-ah, ini bukan saatnya melucu).

Tidak tahukah bahwa kepulangan kakakku begitu diharapkan kedua orang tua kami? Tidak tahukah dia bahwa kedua orang tua kami sudah semakin tua dan mudah sekali jatuh sakit ketika pikiran mereka terbebani? Tidak tahukah bahwa meskipun dia telah dewasa, kedua orang tua kami tetap menyayanginya? 

Mas, pulanglah... Jangan buat mereka terlalu lama menunggumu tanpa tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi...

Mereka sangat menyayangimu. Begitu pula aku...

Jakarta, 12 September 2010
merah itu aku 
Continue reading Kakak Lelakiku...

Saturday, September 4, 2010

Ramadhan Pertama

Ini adalah Ramadhan pertama bagiku sebagai seorang istri, dan alhamdulillah juga sebagai calon ibu. Aku sangat bahagia. Sepertinya, kebahagiaan ini tidak pernah ada habisnya. Semoga aku bisa menjalaninya tanpa merasa takabur.

Banyak cerita yang terlewatkan dalam bulan terakhir ini. Ulang tahun pertamaku setelah kami menikah dan kejutan dari Mr. Right yang tidak pernah aku harapkan dia berikan. Haha.. Dia bukan seseorang yang bisa diharapkan memberikan kejutan dalam bentuk apapun.. Sangat membahagiakan. Sangat mengharukan.

Bercerita tentang calon anak kami pun tidak kalah menariknya. Malah jauh lebih menarik dibandingkan dengan apapun juga. Semakin hari, gerakannya semakin kuat saja. Tak jarang mengagetkanku. Dia semakin menunjukkan keberadaannya. Aku semakin menyayanginya. Dan semakin tidak sabar untuk melihatnya lahir ke dunia ini.

merah itu aku, 
Jakarta, 4 September 2010
Continue reading Ramadhan Pertama