Monday, March 16, 2026

Langit Mengambil: Novel Karya Ika Natassa Terfavorit

Aku menobatkan Langit Mengambil sebagai novel karya Ika Natassa terfavorit. Ceritanya tidak seperti karya-karya Ika Natassa yang pernah aku baca sebelumnya.

Aku menjadi penggemar Ika Natassa setelah membaca The Architecture of Love. Cerita yang ditulisnya romantis, tapi nggak kekanak-kanakan. Menghadapi masalah pelik, tapi unik.

Penyelesaian konflik yang sesuai dengan harapanku, tapi ada juga yang cukup menggangguku. Yah, meski pada akhirnya, aku setuju dengan keputusan para tokoh.

Aku suka dengan paduan kata-kata yang dirangkainya menjadi kalimat yang cantik. Menghanyutkan perasaan. Membuat ikut merasakan sedih dan bahagia.


Sebagai pengikut Ika Natassa di Instagram, jujur saja, aku merasa kecolongan. Bagaimana bisa, aku ketinggalan info launching buku Langit Mengambil, padahal sudah dispill sejak awal-tengah tahun lalu. Hah? Bagaimana mungkin? 🥲


Akhir tahun 2024, aku ikut PO Satine. Setelahnya, karya terbaru Ika Natassa tidak sekalipun muncul di beranda Instagramku.

Aku baru mengetahui hadirnya buku ini karena terpajang di Gramedia salah satu mall di dekat rumah. Tanpa perlu membaca blurb pada sampul belakang buku, aku langsung mengambilnya.





Langit Mengambil

Ika Natassa

PT. Gramedia Pustaka Utama, Januari 2026

336 hlm


Tara, seorang jurnalis, menikah dengan Raka, dokter spesialis anak. Sebuah tragedi merenggut paksa impian mereka untuk memiliki anak. Rahim Tara harus diangkat. Dia merasa sudah tidak utuh lagi sebagai perempuan.

Kehidupan setelahnya, tidak pernah sama bagi Tara, juga untuk Raka.

Segala bentuk pura-pura dilakukan Tara untuk menutupi luka yang tidak akan pernah sembuh.


Sewaktu membaca blurb, aku membayangkan bagaimana konflik di dalam buku ini. Seperti novel Ika Natassa sebelumnya, akan ada ketegangan dalam hubungan Tara dan Raka. Ternyata, ketegangan yang ada dalam Langit Mengambil begitu dalam dan gelap. 


Di awal membaca novel ini, aku senyum-senyum mengikuti keromantisan Tara dan Raka. Menuju tengah cerita, aku berkali-kali menahan tangis. Ikut terhanyut dalam rasa yang dialami keduanya. Bagaimana cara Tara menghadapi traumanya, bagaimana Raka berusaha untuk mendampingi istrinya.

Penolakan Tara sangat bisa dimengerti. 

Mereka berdua sama-sama terluka dengan cara yang berbeda.

Menuju bagian akhir, aku ikut tegang menunggu apa kejutan yang disajikan.


Sekali lagi, novel Langit Mengambil sangat berbeda dengan karya Ika Natassa sebelumnya. Bukan hanya tentang hubungan romantis, kehilangan, tapi juga misteri yang harus dipecahkan.


merah itu aku

Semarang, 16 Maret 2026




0 comments:

Post a Comment