Saturday, March 23, 2019

Prioritas

Untuk kesekian kalinya, aku dapet materi dan tugas yang berhubungan dengan menejemen waktu. Materi ini berat, tapi menyenangkan.
Sebenernya ini udah tugas minggu lalu. Tapi lumayan bikin kepikiran.
Setelah aku lihat lagi, ternyata prioritas yang tertulis di planner selalu tentang aku. Tentang memenuhi kebutuhanku. Bukan tentang anak-anak. 
Egoisnya aku๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”.
Pada materi berikutnya tentang memaafkan masa lalu, aku kembali berpikir. Apakah aku belum selesai dengan masa lalu dan diri sendiri? 
Bagaimana mungkin aku bisa jadi ibu yang baik jika belum selesai dengan urusan-urusan ini? Aku semakin merasa bersalah.

Belajar memaafkan masa lalu memang butuh keberanian dan hati seluas samudera. Tidak sampai di situ saja, ternyata aku juga butuh belajar untuk memaafkan kondisi-kondisi yang terjadi saat ini. Semoga pelajaran-pelajaran hidup ini bisa membuatku menjadi pribadi pemaaf dan berhati lembut๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š.

Merah Itu Aku
Jogja, 23 Maret 2019
Continue reading Prioritas

Friday, March 22, 2019

Buku

Sudah lama sekali aku tidak memborong buku. Padahal aku pernah begitu rutin berbalanja buku pada jamannya.
Seingetku, aku mulai menghentikan rutinitas belanja buku setelah menyadari beberapa buku masih tersegel rapi setelah beberapa bulan sejak pembelian. Mungkin buku itu tidak terlalu menarik untukku, atau karena aku yang merasa tidak punya banyak waktu lagi untuk membaca buku. Dih sok sibuk.

Hari ini kami membahas koleksi buku. Pada salah satu pembahasan, kami membicarakan tentang e book. Ternyata di jaman now memang banyak yang beralih dari buku konvensional pada e book. Entah karena lebih ramah lingkungan (paperless), tidak membutuhkan tempat penyimpanan (cuma butuh memori hp), atau alasan kepraktisan lain. Tapi pemilihan e book juga bergantung pada individu. Ada yang masih setia dengan buku konvensional macam aku, dengan berbagai alasan juga. Kalo aku pribadi karena alasan rasa, lebih mantep pegang bukunya langsung๐Ÿ˜….

Aku teringat pernah membaca di suatu tempat. Penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Bagaimana mungkin seseorang bisa menulis, jika membaca saja malas. Mari mulai rutinkan lagi membaca membeli buku๐Ÿ˜.



Merah Itu Aku
Jogja, 22 Maret 2019

Continue reading Buku

Wednesday, March 20, 2019

,

Pilar Gemar Rapi (Part 2)

Ini menyambung pilar Gemar Rapi part 1 yang udah tayang sebelumnya ya๐Ÿ˜‰... sekarang aku mau menjabarkan pilar Gemar Rapi part 2 sesuai kondisiku.

Pilar Gemar Rapi (part 2):
5. Menyesuaikan kondisi individu (personalized)
6. RASA sebagai prinsip (principles)
7. Memenuhi standard safety dan hygiene
8. Tidak mencemari lingkungan (environment)

Penjabaran pilar Gemar Rapi:
5. Apakah Anda sudah mengetahui karakter dari anggota keluarga dalam berbenah? Jika belum, tanyakan pendapat mereka (utamakan Anda terlebih dahulu-sebagai contoh) terkait hal tersebut. Dan berikan wawasan bahwa gemar rapi menyesuaikan dengan kondisi individu.

Sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik, aku banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. Aku seorang crafter sehingga area crafting menjadi prioritasku dalam berbenah. Selain itu, aku berusaha untuk memasak makanan sehat untuk keluarga, menjadikan area dapur dan kulkas mendapat perhatian lebih. 
Untuk urusan pakaian, aku tidak membutuhkan banyak macam untuk kegiatan keluar rumah. Kalau Mr. Right, akan sulit untuk mengurangi pakaian, tas, dan sepatu karena dia banyak beraktivitas di luar rumah. Tapi nantinya akan aku bantu dia untuk declutter barang-barang dia secara besar-besaran. 

6. RASA adalah prinsip metode gemar rapi yang merupakan singkatan :
Rapi dan teratur
Aman dan nyaman
Sehat dan bersih
Alami dan berkelanjutan
Jelaskan setiap poin dari prinsip tersebut berdasar pemahaman Anda. Dalam poin ini, ada penjelasan terhadap kondisi nyaman yang diwakili oleh kata hygee. Ceritakan apa makna rasa nyaman bagi anggota keluarga dan Anda di rumah.

Rapi dan teratur
Peletakan barang-barang sesuai dengan kategori yang tentunya akan memudahkan kami untuk mengambil dan mengembalikkan barang ke tempat semula

Aman dan nyaman
Tidak ada barang berceceran yang nantinya dapat terinjak dan menyakitkan. Tidak ada barang yang diletakkan sembarangan yang dapat jatuh karena mudah tersenggol atau ditumpuk terlalu tinggi tanpa mempertimbangkan aspek keseimbangan.
Nyaman untuk melakukan aktivitas di dalam rumah. Terutama untuk anak-anak yang masih kecil.

Sehat dan bersih
Menjaga kebersihan seluruh sudut rumah, terutama area-area yang butuh perhatian khusus, yaitu dapur dan kamar mandi. Untuk membersihkan area khusus tersebut juga butuh treatment khusus agar tetap higienis.


Alami dan berkelanjutan
Mengutamakan pencahayaan dari sinar matahari di pagi dan siang hari, serta mengandalkan udara segar yang masuk dari luar rumah dibanding menggunakan pendingin udara (AC).
Berkelanjutan artinya tetap menjaga kebersihan dan kerapian secara terus menerus.

Menjaga kerapian dan kebersihan bukan berarti anak-anak tidak bisa mendapatkan kebebasan untuk berkreasi. Tapi justru dengan rumah yang tertata rapi, mereka dapat menemukan benda-benda yang mereka inginkan dengan mudah. Kemudian secara bertanggung jawab mampu mengembalikkan ke tempat semula. Sehingga mereka memiliki perasaan nyaman, senang, dan tenang ketika melakukan aktivitas di dalam rumah, inilah yang disebut hygee.

7. Cek kondisi rumah saat ini, apakah sudah sehat dan aman? Sejauh mana kehidupan sehari-hari terkoneksi dengan prinsip safety dan hygiene?

Jujurly, masih banyak yang perlu dibenahi untuk menuju kondisi yang sehat dan aman. Sementara ini, aku baru membersihkan rumah dengan ala kadarnya. Menyapu, mengepel, membersihkan kaca, membersihkan area dapur. Namun ke depannya, aku akan lebih memperhatikan kesehatan juga, seperti menjaga kehigienisan area dapur secara lebih serius.

8. Apakah ada upaya keluarga Anda agar hidup tidak mencemari lingkungan?

Sementara ini, kami belum banyak berkontribusi. Kami baru mengurangi penggunaan sedotan. Untuk pemilihan bahan makanan, aku banyak membeli dengan kemasan kaca bukan plastik. Pembelian sabun dan PKRT lain yang masih menggunakan plastik, aku pilih kemasan terbesar. Semoga ke depannya akan lebih aware untuk tidak mencemari lingkungan.

Hosh..hosh... demikianlah sedikit pengakuan tentang kondisi rumah kami... banyak sekali hal yang perlu dilakukan. Tapi kami harus semangat demi terciptanya hunian yang hygee.

2019 menuju Gemar Rapi๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช


Merah Itu Aku
Jogja, 20 Maret 2019
Continue reading Pilar Gemar Rapi (Part 2)

Tuesday, March 19, 2019

Produktif

Kalo produktif dikaitkan dengan berapa uang yang aku hasilkan setiap hari, aku bukanlah orang produktif.
Kalo produktif dikaitkan dengan benda yang aku buat, aku juga bukan orang produktif.
Jadi, kalo aku bukan orang yang produktif, apakah aku hanya menjadi beban?


Merah Itu Aku
Jogja, 19 Maret 2019

Continue reading Produktif

Monday, March 18, 2019

Berdamai dengan Masa Lalu

Baca judulnya aja udah menggiring ke tingkat kebaperan yang amat tinggi. Itu materi yang jadi pembahasan kuliah pra Buda Sayang hari ini.

Sedari siang, setelah aku baca materinya, aku cukup mengingat-ingat masa lalu. Adakah kejadian yang terlewatkan? Yang masih menyisakan dendam? Belum termaafkan?

Sedihnya, aku hanya sedikit merekam percakapan antara orang tua dan anak. Apakah aku tidak bahagia saat kecil? Apakah itu yang membuatku masih sering marah dengan meledak-ledak?

Yah, masa laluku belum tuntas. Sekarang saatnya aku menuntaskannya. Memaafkannya. Mengikhlaskannya๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”.


Merah Itu Aku
Jogja, 18 Maret 2019
Continue reading Berdamai dengan Masa Lalu

Sunday, March 17, 2019

Member Gathering

Kemaren kami ikut acara Member Gathering Shalihah Motherhood. Komunitas yang berisi ibu-ibu shalihah dengan segala aktivitas dan kerempongannya.
Awalnya aku berencana berangkat berdua bareng Dek Lou saja. Mr. Right yang memberikan ijin aku ikut acara, sudah mengiyakan untuk nemenin anak-anak besar di rumah main PS. Hepi dong ya...dan berharap dapet bonus dianter dan dijemput. Ngelunjak๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

Menjelang hari H, tetiba mendadak ujug-ujug, Mr. Right harus kerja. Dan tentu saja, aku berangkat membawa rombongan. Ga perlu berharap bakalan dianter jemput kalo begini sih๐Ÿ˜’.

Candid. Berasa artis๐Ÿ˜Ž
Sebelum berangkat, aku memastikan lokasi acara dan tempat parkir. Nyaris mau pake ojek online gegara Mr. Right bilang lokasinya jauh banget, ga ada tempat parkir, dan jalannya sempit. Tapi setelah diusut, ternyata lokasi WS natural soap beberapa minggu yang lalu lebih jauh (sedikit). Tempat parkir di lokasi acara memang ga ada, tapi tempat parkir masjid Jogokariyan lumayan luas. Jalan sempit yang dimaksud Mr. Right adalah 2 lajur. Hmmm... Aku pun memutuskan untuk nyetir aja dengan mengantongi dukungan dari Mr. Right tentunya.

Sampe sana, lewat 10 menit dari jadwal. Alhamdulillah, acara belum mulai๐Ÿ˜. Aku ambil posisi di deretan belakang biar ga ganggu peserta lain karena kericuhan pasukan yang aku bawa. Anak-anak besar asik menggambar sedangkan anak kecil main bola plastik yang ada di area bermain anak. Yes, namanya juga acara motherhood, pasti banyak yang bawa anak. Dan dengan pengertiannya, Shalihah Motherhood menyediakan pojok area bermain anak๐Ÿ˜.

Area bermain anak
Materi yang disampaikan ada 2. Yang pertama tentang membangun bisnis dan yang kedua phonephotography. 
Aku cuma ikut materi pertama karena menjelang ishoma, anak-anak sudah mulai menunjukkan tanda-tanda akan memancing emosiku. Jadilah aku melewatkan materi kedua๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”.

Tak mengapa lah... aku bersyukur, alhamdulillah mendapat kesempatan berkumpul bareng mother-mother yang shalihah๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜†.


Merah Itu Aku
Jogja, 17 Maret 2019


Continue reading Member Gathering

Friday, March 15, 2019

Nonton TV

Kalo sebagian besar ibu memiliki masalah dengan anak yang kecanduan main henpon, tidak begitu denganku. Tapi bukan berarti aku tidak punya masalah. Anak-anak bisa dibilang kecanduan nonton tv. Sebenernya ga mengherankan sih...mengingat aku dan Mr. Right hobi banget nonton tv.

Karena aku sudah menganggap jam menonton anak-anak terlalu lama dan mulai mengkhawatirkan, akhirnya aku batasi jam menonton anak menjadi 2 jam per hari. Dengan durasi paling lama 1 jam, kemudian diselingi istirahat.

Realita tidak seindah ekspektasi. Peraturan tinggallah peraturan setelah dipraktekkan beberapa hari. Jam menonton mereka kembali lagi seperti sebelumnya. Sebenernya kalo weekdays, jam nonton mereka maksimal 4 jam (1 jam pagi, dan 3 jam sore). Itu juga kalo ga main. Kalo pake main keluar bareng temen-temen, ga nyampe 4 jam. Cuma kalo libur, bisa dari pagi sampe malem nonton tv. Sampe aku ga kebagian nonton.

Tetapi sejak hari Selasa, Kakak Zidan ga nonton tv (sampe hari ini pun๐Ÿ˜). Bener-bener lho ga nonton tv. Bisa juga ternyata kan...
Siapakah orang hebat di balik kejadian menakjubkan ini? Tiada lain tiada bukan, beliau adalah Ustadzah di kelasnya. Hebat ya...
Hmmm... siapa ibu-ibu yang nasibnya ga jauh beda sama aku? Yang kuasanya ga lebih tinggi dari guru di sekolah?๐Ÿ˜‚.
Miris sebenernya. Tapi itu fakta.
Mungkin karena aku kurang berwibawa, atau aku kurang konsisten, atau malah karena kurang galak? Tapi yang jelas, ilmu parentingku masih begitu ceteknya๐Ÿ˜ช๐Ÿ˜ช.


Merah Itu Aku
Jogja, 15 Maret 2019
Continue reading Nonton TV