Wednesday, February 6, 2019

Perempuan Harus Pinter Masak

Ini mitos banget sih ya😆. Trus kalo ga pinter masak bukan perempuan gitu?
Kalo menurutku, perempuan itu harus bahagia. Perempuan pinter masak itu bonus.

Aku perempuan tapi ga pinter masak. Bisa sih masak, tapi ga pinter.

Tiap awal minggu, aku berusaha bikin menu buat seminggu ke depan. Hari minggu dapur tutup☺
Eksekusinya ga selalu sesuai dengan harapan. Tapi diusahakan. Banyak lah faktor yang bikin aku tetiba ga masak. Misalnya:
💕anak bayi yang minta gendong tiap sang emak berdiri deket kompor😌
💕sang emak kehilangan mood masak
💕diajakin makan di luar sama Mr. Right 😍

Warung udah banyak, pesen pake jasa ojek makanan online juga udah banyak pilihan dan gampang. Insya Allah tetep bisa makan meskipun ga masak sendiri😄.

Alhamdulillah semuanya happy, baik ketika aku masak maupun ga masak. Dan ga ada tuntutan buat selalu masak. Tapi diusahakan lah ya masak. Biar gas nya kepake😜

Kalo kamu termasuk tim masak sendiri ato beli makanan jadi? 😏


Merah Itu Aku
Jogja, 6 Februari 2019


Continue reading Perempuan Harus Pinter Masak

Tuesday, February 5, 2019

Mendadak Touring

Innalilahi wa inna ilaihi roji'un.
Berita duka datang dari Banyumas dan Cilacap hari ini.
Pagi tadi kami mendapat kabar bahwa bude, kakak dari mamah meninggal dunia pukul 3 di Banyumas. Tanpa pikir panjang, kamipun bersiap untuk perjalanan ke Banyumas. Di perjalanan, aku mendapat satu lagi kabar duka, kali ini dari Cilacap. Suami dari keponakanku meninggal karena kecelakaan kapal😢.

Kami berangkat dari Jogja jam 8.30 setelah mampir sarapan di dekat rumah. Perjalanan terasa amat lambat. Beberapa kali melalui hujan cukup deras dan jalanan begitu ramai kendaraan. Sampai di Banyumas jam 12.45.
Kami tidak melanjutkan perjalanan ke Cilacap karena waktu yang tidak memungkinkan. Setelah makan siang yang menjelang sore, kami kembali melakukan perjalanan ke Jogja.

Sepanjang perjalanan, aku dan Mr. Right membahas tentang kematian. Apa yang terjadi setelah kita meninggal? Apa yang nantinya akan kita tinggalkan untuk orang-orang di sekitar kita? Apa yang telah kita lakukan selama kita hidup? Seperti apakah kita dikenang oleh orang-orang yang kita tinggalkan? 
Ah...obrolan yang amat sangat berat...

Merah Itu Aku
Jogja, 5 Februari 2019

*alhamdulillah, kami kembali sampai depan rumah jam 19.55😊
Continue reading Mendadak Touring

Monday, February 4, 2019

Anak Kesayangan

Aku tergelitik untuk menulis ini. Tentang anak kesayangan.
Buatku, ketiga anakku adalah anak kesayangan. Mereka berbeda. Sejak aku hamil, bagaimana mereka dilahirkan, bagaimana pertumbuhan mereka, semuanya unik. Makanya sebagai orang tua, kita tidak boleh membandingkan kakak dengan adeknya, pun sebaliknya. Yang boleh dibandingkan adalah dia yang sekarang dengan yang dulu. Dia hari ini dan dia kemarin. Meskipun terkadang, aku masih luput membandingkan mereka tanpa sadar. Maafkan bunda ya😔. 
Insya Allah aku akan selalu belajar untuk menjadi orang tua yang lebih baik. Untuk anak-anak kesayangan☺.



Merah Itu Aku
Jogja, 4 Februari 2019
Continue reading Anak Kesayangan

Sunday, February 3, 2019

Maaf, Tolong, dan Terima Kasih

Tiga kata yang harus dibiasakan untuk diucapkan sedari kecil. Mungkin kelihatan sepele, tapi ketiga kata itu bisa mencerminkan attitude seseorang.

Semoga kita termasuk orang-orang yang dilembutkan hatinya untuk terbiasa mengucapkan maaf jika salah, tolong jika meminta bantuan, dan terima kasih jika diberi sesuatu.


Merah Itu Aku
Jogja, 3 Februari 2019
Continue reading Maaf, Tolong, dan Terima Kasih

Saturday, February 2, 2019

(Ketika) Rumput Tetangga (tidak) Tampak Lebih Hijau

Istilah rumput tetangga tampak lebih hijau sudah biasa kita dengar. Artinya kurang lebih bahwa biasanya kehidupan orang lain nampak lebih baik dari hidup kita. Hanya kelihatannya saja ya..karena yang benar-benar tau bagaimana kehidupan seseorang adalah orang yang menjalaninya.

Tetapi mungkin ada juga lho orang yang selalu melihat cela dan cacat kehidupan orang lain. Jika itu terjadi, mungkin beliau:
😏 kurang piknik
😏 kurang bahagia
😏 kurang pergaulan
😏 kurang ngopi

Alangkah baiknya jika kita tidak terlalu fokus pada kehidupan orang lain. Biar apapun warna rumput tetangga kita, sebaiknya kita rajin memupuk kebun kita supaya tetap hijau. Bahagia dengan apa yang kita miliki😍


Merah Itu Aku
Jogja, 2 Februari 2019
Continue reading (Ketika) Rumput Tetangga (tidak) Tampak Lebih Hijau

Friday, February 1, 2019

LDM (Long Distance Marriage)

Sebenarnya aku sedang 'cuti' LDM. Tapi aku kepengin cerita sedikit tentang kehidupan pelaku LDM. Kenapa cuti? Karena alhamdulillah, Mr. Right sedang ada kerjaan di Jogja. Entah sampai kapan, dan akan tiba waktunya kami menjalani LDM lagi.

Sebulan setelah kami menikah, kami mendapat 2 kejutan. Pertama, aku dinyatakan hamil. Dan yang kedua, Mr. Right ditugaskan ke Kalimantan. Rasanya campur aduk ga karuan. Siapa sih pasangan suami istri yang mau menjalani LDM? Apalagi kami baru nikah dan aku hamil pula. Huhu... pengin nangis guling-guling rasanya. Tapi saat itu aku harus tegar. Ga mau bikin orang-orang tersayang khawatir. Toh sebelum menikah, aku sudah terbiasa hidup mandiri, jauh dari orang tua.

Kami menjalani LDM selama 8 tahun sebelum akhirnya ada berita gembira penugasan Mr. Right di Jogja tahun kemaren. Beberapa 2 bulan setelah anak ketiga kami lahir.
Menjalani LDM selama 8 tahun bukan hal mudah, tapi kami harus melalui semuanya. 

Tipikal perempuan pelaku LDM yang aku rasakan dan amati: mandiri, tangguh, ga gampang baper, selow.. hihi.. agak memuji diri sendiri.

Buat temen-temen yang masih berjuang dengan LDM, semangat ya... semua pasti akan berlalu dan semoga dapat berkumpul lagi.


Merah Itu Aku
Jogja, 1 Februari 2019

Continue reading LDM (Long Distance Marriage)

Thursday, January 31, 2019

Time management vs Breastfeeding mom

Membuat jadwal kegiatan harian sudah aku lakukan sejak jaman SD. Suka aja kalo kegiatan sehari-hari sesuai dengan perencanaan. Cuma kegiatan sehari-hari saja. Belum membuat target-target yang harus dicapai.

Perencanaan target mulai aku lakukan saat kuliah. Karena berkaitan dengan tugas-tugas dan penyusunan skripsi. Biar kuliahnya ga kelamaan maksudnya😁

Penyusunan jadwal mulai menemukan tantangan ketika aku menjadi ibu menyusui. Bagaimana tidak, jika waktunya sudah tiba untuk melakukan sesuatu tapi bayi minta menyusu yang biasanya akan dilanjutkan tidur (beserta ibunya). Stres? Iya awalnya, mengingat aku sudah terbiasa melakukan apa yang ditulis dan menulis apa yang dilakukan. Yang pernah nge lab bakalan ga asing dengan kalimat itu😂.

Akhirnya aku berhenti membuat jadwal harian. Daripada stres yekan? Itu sebelum aku dipertemukan dengan komunitas ibu profesional yang amat sangat mengerti kebutuhan perempuan. Saat ada PR menyusun jadwal harian, aku ngrasa sedih. Jadwalnya sih udah keren, tapi eksekusinya nol. Huhu... Tapi kesedihan itu tidak berlangsung lama. Kendala busui yang tidak bisa menjalankan jadwal setepat harapan dialami oleh banyak busui lain (tarbukti dari banyaknya pertanyaan dari busui mengenai bayi yg tidak bisa diprediksi kapan tidur dan kapan minta menyusu. Belum lagi penyakit busui yang tiba-tiba ikutan bobo cantik barengan bayi yg disusui. Nikmat😄).
Jadwal harian tetap dibuat sesuai ukuran kemampuan. Buat kandang waktu. Menyusui bayi yang utama. Nyuci baju dan piring bisa nunggu, kalo ga sempet masak, banyak warung. Jangan stres itu koentji. 

Apa aku sekarang punya jadwal harian? Ya
Apa aku konsisten menjalankannya? Banyak melesetnya
Apa masih stres kalo ga sesuai jadwal? Kadang 😃

Merah Itu Aku
Jogja, 31 Januari 2019
Continue reading Time management vs Breastfeeding mom