Monday, July 26, 2010

Selamat Ulang Tahun Saudara Lelaki Tertuaku

Selamat ulang taun yang ke-29, kakakku...
Malam ini, aku begitu merindukanmu
Merindukan tatapan lembutmu ketika menenangkanku saat aku menangis bertahun-tahun yang lalu
Merindukan kedekatan kita, yang akhir-akhir ini tidak pernah aku rasakan..


Di hari ini, aku hanya ingin mengucapkan
Selamat ulang tahun
Selamat bertambah dewasa
Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu..


Jakarta, 26 Juli 2010,
merah itu aku

Continue reading Selamat Ulang Tahun Saudara Lelaki Tertuaku

Saturday, June 5, 2010

Rindu Mendengar Tawanya

Aku mulai merasa kehilangan tawanya. Akhir-akhir ini, Mr Right begitu terbebani dengan jutaan pikiran di kepalanya. Berat. Terlalu berat untuk dipikirkan dalam waktu yang bersamaan, Aku pun tidak mempunyai cara bagaimana untuk membantunya. Yang aku tau hanya bersabar dan ikhlaslah yang bisa membantu untuk meringankan beban pikirannya. Dan nampaknya, itu hal mudah untuk diucapkan, namun terlalu sulit untuk dilakukan. Tetapi sulit, bukan berarti tidak bisa, kan?

Aku sangat ingin selalu ada di dekatnya. Menemaninya, membantu meringankan bebannya. Namun untuk saat ini, aku belum bisa melakukannya. Menyedihkan memang. Sangat.

Aku berada di sini. Jauh dari Mr Right. Tapi aku tidak sendiri. Selalu ada kecil yang menunjukkan kehadirannya dengan menyentuh dinding rahimku. Entah bagaimana dia melakukannya. Menyundul, menendang, atau memukul mungkin. Entahlah.. Tapi sentuhan-sentuhannya di dinding rahimku begitu menghiburku.

Mendengar tawanya merupakan hal yang mewah akhir-akhir ini. Aku merindukannya. Lepaskan beban itu.. Please... tertawalah untuk kami...

Jakarta, 5 Juni 2010
merah itu aku 
 
Continue reading Rindu Mendengar Tawanya

Sunday, May 2, 2010

we love you, d..

kalau tiba-tiba di suatu malam bunbun menangis, itu bukan karena ay menyakiti bunbun
bukan pula karena dd yang menyakiti bunbun dari dalam sana


bunbun begitu mencintai ay dan sangat ingin bertemu dengannya
ay tidak ada di sini bukan karena ay tidak sayang kita
ay hanya pergi sebentar untuk kita
hanya dengan menangis lah, bunbun bisa melepaskan rasa rindu itu...

jangan gelisah ketika bunbun menangis ya, d..
bunbun dan ay sayang dd.. sangat..

merah itu aku,
Jakarta, 2 Mei 2010
Continue reading we love you, d..

Saturday, April 24, 2010

minggu ke-16

16 minggu sudah usia mu, dek... Saatnya Allah Meniupkan roh ke dalam tubuh mungilmu. 
Setiap mengingat bahwa janin dalam rahimku sudah memiliki roh, mataku selalu basah. Aku terharu. Seindah inikah rasanya? Aku benar-benar bahagia...

Minggu lalu, aku datang ke rumah sakit untuk melakukan kontrol rutinku. Anak kami sudah bisa menggerakkan kaki dan tangan kecilnya. Tulang punggungnya pun sudah terbentuk. Terlihat jelas dan begitu kecil. Aku semakin menyayangimu. Dan selalu berdoa untuk kesehatanmu. 

Jadilah anak yang kuat dan selalu menjadi kebanggaan kami...


merah itu aku,
Jakarta, 24 April 2010


 
Continue reading minggu ke-16

Wednesday, March 24, 2010

Terima kasih karena sudah menjadi kuat dan sehat...

Hari Sabtu kemaren, kunjungan ketigaku ke dokter kandungan. Bahagianya, Mr Right bisa pulang dan menemani kami. Tidak direncanakan sebelumnya Mr Right pulang. Begitu mendadak. Dan begitu membahagiakan.

Kunjungan ketigaku di minggu ke sebelas kehamilanku. Kata dokter cantik itu, seharusnya bayi dalam rahimku sudah mempunyai detak jantung. Kemudian dengan alat seperti stamper tetapi berfungsi seperti stetoskop yang ditempelkan di atas perut sebelah kiriku, detak jantung itu terdengar cepat dan keras melalui speaker yang tersambung dengan alat tersebut.
Seketika itu juga, aku ingin menangis. Senang, terharu, dan lega menjadi satu. Anakku tumbuh sesuai dengan usia pertumbuhannya. Anakku benar-benar tumbuh di dalam tubuhku. Aku benar-benar mencintainya. Melebihi cintaku pada ayahnya.


Terima kasih Tuhan atas karunia yang begitu indah ini

Terima kasih karena sudah menjadi kuat dan sehat, nak...


merah itu aku,
Jakarta, 24 Maret 2010
 
Continue reading Terima kasih karena sudah menjadi kuat dan sehat...

Wednesday, March 10, 2010

Hujan

Aku menyukai suara hujan turun. Bukan bau tanah basah seperti yang disukai kakakku, karena memang indra penciumanku tidak terlalu bisa diandalkan. Aku menyukai suaranya. Membuatku tidak merasa sepi.

Aku masih berada di sini. Mr Right sudah pergi ke ujung dunia tiga minggu yang lalu. Beberapa kali aku menangis karena begitu merindukannya. Tetapi seringkali aku menahan untuk tidak menangis. Untuk calon anak kami, karena kami berharap dia menjadi anak yang tegar dan tidak cengeng.

Aku hamil. Berumur hampir tujuh minggu ketika Mr Right harus pergi. Aku bahagia mendapatkannya. Dia membuatku merasa lebih kuat. Dia selalu menemaniku. Aku tidak sendirian meskipun tidak ada Mr Right di dekatku.

Terima kasih atas kebahagian yang tak kunjung putus. Terima kasih, Ya Allah... 

merah itu aku,
Jakarta, 10 Maret 2010
Continue reading Hujan

Thursday, February 4, 2010

testpack

Semakin hari, aku semakin berharap dan mungkin sedikit terobsesi. Aku jadi pingin banget hamil, melahirkan, dan punya anak.

Aku sudah merasa hamil dan mulai menyayangi janin (yang aku harapkan) sudah ada di rahimku. Tidak jarang aku mengajaknya berkomunikasi. Dan beberapa kali, tanpa sadar, tiba-tiba tanganku mengusap perutku dengan lembut. 

Bunda benar-benar mengharapkan kamu ada, nak....

aku menjadi lebih terlihat terobsesi daripada kamu, mas...


merah itu aku
jakarta, 4 Februari 2010
Continue reading testpack