Saturday, February 29, 2020

Penyimpangan Seksualitas, Pencegahan, dan Solusinya

Materi semakin memanas saja, Saudara-SaudaraπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Penyimpangan seksualitas adalah perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran atas generalisasi atau di luar batas-batas toleransi terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat tertentu baik dilihat dari dimensi biologis, sosial, emosional, psikologis, maupun budaya.

Penyebab penyimpangan seksual:
  1. Pendidikan sejak dini (sex education atau daily activities) yang tidak sesuai.
  2. Kelainan struktur anatomi/biologis
  3. Menjadi minoritas saat periode tumbuh kembang di dalam keluarga dan faktor lingkungan sepermainan
  4. Ketidakhadiran salah satu orang tua atau hilangnya figur orang tua yang mempengaruhi psikologis.
  5. Pendidikan agama. Akhlak yang kurang.

Pencegahan dan solusi:
  1. Kenalkan anak terhadap pendidikan seks sejak dini. Ajarkan pula anak bagian tubuh tertentu yang tidak boleh dilihat dan tidak boleh disentuh orang lain.
  2. Kenalkan anak terhadap aktivitas-aktivitas yang menstimulasi sesuai gendernya.


Merah Itu Aku
Jogja, 29 Februari 2020
Continue reading Penyimpangan Seksualitas, Pencegahan, dan Solusinya

Friday, February 28, 2020

Peran Ayah dalam Pengasuhan untuk Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Peran adalah tugas, jika peran tuntas (accomplished) maka maksud penciptaan (beribadah dan menjadi khalifah) tercapai. Jika peran atau tugas sebagai ayah tidak tuntas maka bukan hanya “terasa” ada yang salah, namun ayah akan menuai banyak masalah dari anak-anaknya pada usia di atas 14 tahun, ketika melalaikan perannya ketika ananda di bawah 15 tahun. 

Banyak ayah sibuk mengumpulkan harta dengan meninggalkan pendidikan anak anaknya ketika kecil, kemudian hartanya habis untuk membereskan berbagai masalah yang ditimbulkan anak-anaknya ketika remaja. Maka recovery-nya membutuhkan effort lebih besar, di antaranya adalah harus mengulang prosesnya, namun lebih intensif dan memerlukan bantuan komunitas atau jamaah.

Pentingnya Peran Ayah

  • 17 ayat tentang pengasuhan dalam Al Qur'an, 14 ayat merupakan percakapan antara Ayah dengan anak.
  • Salah satu dampak kegagalan pendidikan anak karena tidak hadir figur Ayah adalah aqil dan baligh tidak bersamaan, padahal seharusnya bersamaan.
  • Anak kurang mandiri, sulit mengambil keputusan, susah beradaptasi, penyimpangan seksual.
Perbedaan aqil dan baligh

Peran Ayah dalam Pengasuhan
  • A man of vission and mission
  • Pensuplai ego
  • Pembangun struktur berpikir dan rasionalitas
  • Pensuplai maskulinitas
  • Ayah sang raja tega
  • Penanggung jawab pendidikan
  • Konsultan pendidikan


Merah Itu Aku
Jogja, 28 Februari 2020

Continue reading Peran Ayah dalam Pengasuhan untuk Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Thursday, February 27, 2020

Pengaruh Media Digital terhadap Fitrah Seksualitas Anak

Media Digital adalah media yang dikodekan dalam format yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable). 
Media digital dapat dibuat, dilihat, didistribusikan, dimodifikasi, dan bisa bertahan pada perangkat elektronik digital. 
Contoh Media Digital: 
Program-program komputer dan perangkat lunak seperti 
• citra digital n digital video 
• video games 
• halaman web dan situs web termasuk media sosial 
• data dan database 
• digital audio seperti mp3, mp4 
• e-book 

Hasil riset yang didanai UNICEF dan dilaksanakan Kementerian Komunikasi dan Informatika menemukan fakta sebanyak 30 juta anak dan remaja Indonesia merupakan pengguna internet sehingga media digital kini menjadi pilihan utama saluran komunikasi mereka.  (Sumber : https://m.republika.co.id)

Pengaruh Media Digital terhadap Fitrah Seksualitas Anak 

Pengaruh Positif 
- Sebagai media edukasi/ cakrawala wawasan bagi anak dan remaja tentang informasi pendidikan seks. Seperti mengenal anatomi tubuh, pengenalan konsep privasi sebagai pencegahan kejahatan seksual.

- Tempat menyalurkan ekspresi gender anak dan media berbagi di bawah arahan serta pengawasan orang tua. 

- Sumber ide untuk membangun kreatifitas. 

- Media informasi untuk memperoleh ilmu dan informasi bermanfaat yang lebih global. Contohnya mencari referensi penunjang anak belajar, dll.

- Media yang dapat membantu orangtua mengenalkan sifat maskulin - feminin positif yang dapat diteladani oleh anak (memperkuat fitrah seksualitasnya). Contohnya anak perempuan menonton tutorial masak, crafting, menjahit dll. Anak laki-laki menonton cara membetulkan sepeda, nukang, dll. 

Pengaruh Negatif 
- Paparan pornografi bagi anak bila tidak ada pembatasan aturan  media digital dan pantauan orangtua. 

- Perilaku seksual menyimpang (LGBT).

- Merusak jam tidur dan gelombang otak anak jika berlebihan screen time nya.

- Syndrome autisme.

- Kurang sosialisasi 

BIJAK DALAM MENGGUNAKAN MEDIA DIGITAL 
Dalam penggunaan perangkat digital, salah satu bentuk pengawasan yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah sebagai berikut : 

• Orang tua harus tahu perangkat maupun media digital yang digunakan anak. Selain tahu, orang tua juga harus paham cara dan maksud penggunaan media digital tersebut. 

• Penggunaan perangkat digital harus memiliki jadwal. Di sini peran orang tua adalah dengan menerapkan jadwa penggunaan perangkat digital, kapan dan di mana bisa digunakan. 

• Dampingi saat anak menggunakan media digital, ini juga sebagai upaya untuk mencegah dampak negatif dari penggunaan media digital tersebut. Gunakan perangkat digital bersama saat dipinjamkan ke anak. 

• Monitor aktivitas dunia maya anak dan mengunci situs – situs yang tidak layak dengan menggunakan web filtering. 

• Orang tua harus tahu program dan aplikasi yang memberikan dampak positif bagi anak. 

• Sering ajak anak beraktivitas dan bermain/ kontak langsung untuk lebih meningkatkan interaksi antara orang tua dan anak. 

Selain melakukan pengawasan dalam penggunaan perangkat digital, perlu kiranya menanamkan etika penggunaan media digital pada anak. Berikut upaya menanamkan etika tersebut : 
• Minta anak tidak mengunci tampilan akun agar lebih mudah dipantau.

• Ajak anak bersikap kritis dalam menerima informasi apalagi informasi yang berasal dari dunia maya. 

• Gunakan media blog untuk melatih kemampuan menulis anak. 

• Eksplorasi bakat dan minat anak melalui media yang ada dan jika mungkin bisa dikembangkan melalui media digital. 

• Berikan punishment dan reward, punishment jika melanggar, dan reward jika berhasil dalam memanfaatkan media digital secara positif. 

• Memperkenalkan keanekaragaman dan situasi perekonomian. 

• Memperkenalkan etika berkomunikasi di dunia digital. Apa yang bisa di-share di dunia maya dan apa yang tidak bisa disampaikan. 



Merah Itu Aku
Jogja, 27 Februari 2020



Referensi 
1. https://m.republika.co.id 
2. Parenting Anak Di Era Digital by ppid kominfo | Aug 29, 2018 | Artikel PPID 
3. Indonesia Baik.id Harry Santosa, Fitrah Based Education 
4. https://id.wikipedia.org/wiki/Media_digital
Continue reading Pengaruh Media Digital terhadap Fitrah Seksualitas Anak

Wednesday, February 26, 2020

Ketika Anak Bertanya tentang Seksualitas

Berbicara seks pada anak-anak tidak mengakibatkan anak terdorong untuk berbuat asusila. Remaja yang mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai seks lebih dapat mengontrol keinginannya untuk melakukan tindakan seksual. Jalinlah komunikasi produktif dengan anak-anak, agar mereka tidak segan bertanya tentang seksualitas kepada orang tua.

Merah Itu Aku
Jogja, 26 Februari 2020
Continue reading Ketika Anak Bertanya tentang Seksualitas

Tuesday, February 25, 2020

Pemahaman Perbedaan Gender

Gender adalah karakteristik perempuan dan laki laki yang dibentuk secara sosial misal norma, peran, hubungan antara kelompok perempuan dan laki laki. Gender dalam masyarakat sangat bervariasi dan dapat berubah. (WHO)

Gender berbeda dengan seks.



Anak perlu mengetahui perbedaan gender sejak dini untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan gender ketika dewasa.
Perbedaan gender lebih berkaitan dengan sikap, perilaku, peran, tugas, dan tanggung jawab.

Pemahaman gender dilakukan bertahap sesuai dengan usianya.

Cara mengenalkan gender kepada anak :
1. Melalui buku cerita,
2. Melalui film,
3. Dengan bermain dress up,
4. Jelaskan dengan cara sederhana
5. Berikan teladan. 


(Resume presentasi kelompok 1, Kelas Bunsay Joglo)


Merah Itu Aku
Jogja, 25 Februari 2020
Continue reading Pemahaman Perbedaan Gender

Monday, February 24, 2020

Peran Orang Tua dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas

Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berpikir, merasa, dan bersikap sesuai fitrahnya, sebagai laki-laki sejati atau perempuan sejati (Harry Santosa).

Menurut Elly Risman Musa, ada beberapa tahap proses pendidikan berbasis fitrah:

1. Fitrah seksualitas anak 0 - 2 tahun (Tahap awal penguatan konsepsi fitrah pada anak)
Anak laki-laki dan anak perempuan didekatkan pada ibunya karena ada fase menyusui. Menyusui adalah tahap awal penguatan semua konsepsi fitrah. Pada usia ini, anak masih dalam fase pengenalan konsep kepemilikan dan tubuhnya itu terpisah dari ibunya.

2. Fitrah seksualitas anak usia 3 - 6 tahun (Tahap penguatan konsepsi gender anak)
Anak harus dekat dengan ayah-bundanya secara seimbang, agar dia memiliki keseimbangan emosiaonal dan rasional. Indikator tumbuhnya fitrah seksualitas di usia ini adalah anak sudah bisa dengan jelas menyebutkan identitas seksualitasnya laki-laki atau perempuan.

3. Fitrah seksual anak usia 7 - 10 tahun (Tahap 
Penyadaran potensi gender anak)
Anak lelaki didekatkan kepada ayah karena keegosentrisan mulai bergeser menjadi sosiosentrik. 
Dia sudah punya tanggung jawab moral dan spiritual.

Anak perempuan didekatkan kepada ibunya supaya peran keperempuanan dan keibuannya bangkit.

4. Fitrah seksualitas anak usia 11 - 14 tahun (Tahap pengujian eksistensi)
Inilah puncak fitrah seksualitas. Pada rentang usia ini, secara biologis, dorongan reproduksi mulai muncul. Anak laki-laki mulai mimpi basah dan anak perempuan mulai menstruasi.
Pada masa terberat ini, anak laki-laki didekatkan pada ibunya, dan anak perempuan didekatkan pada ayahnya.

Anak lelaki didekatkan ke ibu agar dia dapat belajar dari sosok ibu tentang bagaimana lawan jenis seharusnya diperhatikan, dipahami, dan diperlakukan. Sang bunda harus menjadi sosok perempuan ideal pertama baginya. Bila perlu, juga menjadi konsultan sekaligus tempat curhat.
Anak lelaki yang tidak akrab dengan ibunya di tahap ini akan kesulitan untuk memahami perasaan dan pikiran perempuan, termasuk juga istrinya kelak. Dia berpeluang menjadi suami yang tidak dewasa, kasar, dan egois.


Sementara itu, anak perempuan justru harus didekatkan kepada ayahnya. Tujuannya sama, supaya dia dapat belajar berempati langsung dari lawan jenis terdekatnya, yaitu sang ayah. Maka bagi anak gadis, ayahnya harus menjadi sosok lelaki ideal pertama baginya. Kalau perlu, juga menjadi konsultan dan tempat curhat.
Anak perempuan yang tidak dekat ayahnya di tahap ini, kelak berpeluang besar menyerahkan tubuh dan kehormatannya kepada lelaki yang dianggap bisa menggantikan sosok ayahnya yang “hilang” selama ini.


(Resume presentasi kelompok 4 kelas Bunsay Joglo)


Merah Itu Aku
Jogja, 24 Februari 2020

Continue reading Peran Orang Tua dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas

Sunday, February 23, 2020

Menjaga Diri dari Kejahatan Seksual

Dalam Undang-Undang Perlindungan Anak semua lapisan masyarakat dituntut ikut berperan aktif dalam melindungi anak-anak Indonesia tidak terkecuali pihak sekolah dan lapisan masyarakat luas. 

Berikut adalah hal-hal yang dapat orang tua lakukan untuk membuat anak sadar bahaya pelecehan seksual: 

a. Secara Intern 
1. Ajarkan anak tentang anatomi tubuhnya 
Ajari anak 3L sebagai upaya pencegahan pelecehan seksual yaitu: 
a. Latih anak tentang anatomi tubuhnya 
b. Larang orang lain untuk menyentuh, meraba, dan melakukan apapun dibagian organ seksual
c. Lapor pada orang tua atau guru jika pelecehan tersebut terjadi

2. Ajarkan anak mengenai batasan 
Anak harus tahu bahwa tubuhnya adalah milik pribadi, sehingga punya hak untuk menentukan apa yang bisa dan mereka lakukan terhadap tubuh mereka sendiri.
Ajari pula area tertentu yang tidak boleh dilihat dan yang tidak boleh disentuh. Beri tahu juga ada perlakuan khusus seperti dokter yang boleh melihat atau menyentuh untuk kesehatan mereka dan temani mereka ketika periksa. Sejak usia 9 bulan, ajarkan bahwa ia memiliki bagian tubuh yang spesial. 

3. Ajarkan anak untuk menghormati tubuhnya dengan mengajarkan mereka menghormati tubuh orang lain. 

4. Rawat rasa malu yang fitrahnya ia rasakan ketika bagian tubuh itu terlihat orang lain. Jika akan membantunya memakaikan pakaian, minta izin saudaranya yang lain untuk tidak melihat. Untuk anak yang sudah bisa berkomunikasi, jelaskan lebih detail 

5. Ajarkan anak untuk tidak melakukan apapun terhadap orang lain jika orang tersebut tidak menginginkannya. 

6. Hormati keinginan anak, dan pastikan mereka mengetahui bahwa tidak siapapun termasuk orang tua, punya hak untuk menyentuh mereka tanpa seijin mereka. Tanyakan anak jika mau menyentuh mereka dan minta ijin dahulu. 

7. Ajarkan Mana sentuhan yang baik dan yang tidak baik Sebelum berusia 3 tahun, bantu anak memahami 3 jenis sentuhan. 

8. Ajarkan Mana yang termasuk pelecehan seksual (fisik, non fisik ataupun verbal) 

9. Ajarkan anak agar mampu berkata TIDAK, ENGGAK MAU, atau JANGAN BEGITU! 

10.Ajari anak untuk tidak menyimpan rahasia 

11.Percayai kata-kata anak Anda 

12.Ajari anak Anda untuk berfikir kritis tentang hal yang berkaitan kekerasan 

13.Ajari cara kabur dari keadaan yang tidak nyaman 

14.Selalu dampingi anak di kehidupannya 

15.Tanamkan nilai-nilai agama yang kuat dalam rumah

b. Secara Ekstern 
yaitu dengan cara mengontrol, dan mengawasi anak, selain dari tiga unsur ranah tumbuh kembang anak (keluarga, sekolah, masyarakat) ada beberapa lembaga lain yang turut melakukan upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak seperti Pemerintah desa, kepolisian dan Lembaga Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) 

(Resume presentasi kelompok 6 Kelas Bunsay Joglo)

Merah Itu Aku
Jogja, 23 Februari 2020



Continue reading Menjaga Diri dari Kejahatan Seksual