Thursday, February 4, 2010

testpack

Semakin hari, aku semakin berharap dan mungkin sedikit terobsesi. Aku jadi pingin banget hamil, melahirkan, dan punya anak.

Aku sudah merasa hamil dan mulai menyayangi janin (yang aku harapkan) sudah ada di rahimku. Tidak jarang aku mengajaknya berkomunikasi. Dan beberapa kali, tanpa sadar, tiba-tiba tanganku mengusap perutku dengan lembut. 

Bunda benar-benar mengharapkan kamu ada, nak....

aku menjadi lebih terlihat terobsesi daripada kamu, mas...


merah itu aku
jakarta, 4 Februari 2010
Continue reading testpack

Monday, January 25, 2010

Tik.. Tok.. Tik.. Tok..

Aku benar-benar mencintainya dan akan selalu mencintainya.

Beberapa minggu sebelum kepergiannya, aku sering tiba-tiba menangis. Memikirkan bahwa bukan lagi weekend yang aku tunggu untuk dapat bertemu dengannya, tapi bulan, bahkan mungkin tahun. Ini benar-benar menyakitiku, dan hampir membunuhku.


Aku semakin mencintainya. Setiap hari, setelah hari pernikahan kami.


Mendadak, membahasnya membuat mataku basah. Berbicara dengannya, mengaduk-aduk emosiku. Aku menjadi pemarah, sensitif, dan cengeng. Tanpanya, aku begitu lemah. Saat ini, dialah duniaku.


Aku terus mencintainya. Aku jatuh cinta padanya berkali-kali.


Aku ingin membuatnya bahagia sebelum dia pergi. Benar-benar bahagia. Mawujudkan mimpinya yang tidak pernah dia katakan. Tapi aku tau, dia sangat menginginkannya. Bahkan mungkin melebihi keinginanku untuk mendapatkannya.


Tuhan, ijinkan aku.. percayakan padaku.. pada kami...


merah itu aku,
Jakarta, 25 Januari 2010

 
Continue reading Tik.. Tok.. Tik.. Tok..

Thursday, January 21, 2010

Ingin Selalu Bersama

Aku mencintainya. Seperti yang selama ini aku katakan.

Setelah menikah, aku sangat bahagia. Yah.. Kami bahagia. Tanpa tapi, sebelum turun perintah menempatkan Mr Right jauh dari peradaban. Aku mencoba tegar. Namun pada akhirnya, aku menagis juga. Aku sudah merasa kehilangan, bahkan sebelum Mr Right benar-benar pergi.

Sebulan sebelum keberangkatannya, Mr Right harus mengikuti serangkaian diklat, dan memaksanya tinggal di mess, yang artinya, kami tidak bisa bertemu setiap hari. Kami hanya mempunyai kesempatan bertemu saat weekend dan itu pun tidak setiap weekend. Aku berusaha kuat. Namun, malam ini aku menangis juga. Aku merasa dunia tidak berpihak padaku. 
Kenapa tidak membiarkan kami tetap bersama selamanya?
Kenapa tidak membiarkan kami melalui hari-hari bersama sebelum keberangkatan Mr Right ke ujung dunia?
Dan aku hanya tertunduk diam tanpa tau jawabannya....


merah itu aku,
Jakarta, 21 januari 2010  
Continue reading Ingin Selalu Bersama

Monday, January 4, 2010

Tuesday, December 29, 2009

Aku Sudah Menikah


Baru sempet nulis lagi setelah sekian lama berhenti. Yah, hanya ingin memberikan berita gembira. Aku sudah menikah. Dengan Mr Right. Alhamdulillah.. acara lancar. Ijab qobul nya mantep. Semoga Mr Right bisa menjadi imam bagi aku, istrinya, dan anak-anak nya kelak. Amin..

Udah sebulan lebih sehari, tepatnya, aku menjadi istrinya. Semakin hari, aku semakin mencintainya. Ada aja hal baru yang aku tau tentang Mr Right. Berita bagusnya, akhir-akhir ini, kami tidak bertengkar, tidak seperti sebelum kami menikah. Alhamdulillah.. Aku sangat mensyukuri nikmat ini. Menjadi istrinya. Dan aku kembali jatuh cinta padanya, untuk kesekian kalinya....


merah itu aku,
jakarta, 29 Desember 2009
Continue reading Aku Sudah Menikah

Tuesday, November 24, 2009

Ketika Aku Mencintaimu

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Sudah tinggal menunggu beberapa hari saja. Tapi saudara perempuanku belum juga bisa menerima semuanya. Apa yang harus aku lakukan? Ketika mereka menarik diri, aku pun menarik diri. Karena jikapun aku terus maju, akan tetap ada jarak yang memisahkan kami. Haruskah aku mengejar mereka untuk memaksa dekat denganku?


Aku lah pendatang di tempat asal kalian, saudaraku... Seperti saudara lelakimu yang merupakan pendatang ketika masuk ke tempat asalku. Kami akan membantunya untuk belajar. Maka, ajari aku. Sebentar lagi aku akan datang. Tidak untuk mengambilnya. Sungguh.. Aku hanya berharap bisa menjadi pelengkap baginya. Bahagiakah kalian ketika bisa melihatnya bahagia?


merah itu aku,
Jakarta, 24 November 2009
Continue reading Ketika Aku Mencintaimu

Wednesday, November 4, 2009

Menuju....

Pada akhirnya kami membuat keputusan besar. Aku ingin, semua berjalan lancar, tanpa pertengkaran, dan tanpa ada orang lain yang tersakiti.
Aku akan mencintai apa yang dia cintai.

Saudara perempuanku, aku tidak pernah merebutnya dari kalian. Aku juga tidak memaksanya untuk memilihku. 
Aku bahagia bersamanya. Aku akan berusaha membuatnya bahagia juga bersamaku. Percayalah, Saudara perempuanku, keputusan ini sudah kami pikirkan. Sudah banyak hal yang kami lalui untuk menuju ke sini. 
Dukung kami. Doakan kami.

Saudara lelakiku, dia pilihanku. Terimalah dia dengan kebahagian yang hampir sama denganku. Aku percaya, kalian bisa melakukannya lebih baik dari yang bisa aku harapkan. Terima kasih telah membuatku kuat, mendukung setiap langkahku, memberikan kepercayaan kepadaku untuk membuat keputusan besar ini.

Kedua orang tua yang paling aku cintai, aku akan berbahagia dengan apapun yang telah kalian lakukan untukku. Terima kasih sudah membuatku sangat bahagia.

merah itu aku,
Jakarta, 4 November 2009
(24 hari lagi)
Continue reading Menuju....