Thursday, February 28, 2019

Tantangan Menulis

Bulan Februari sudah sampai di ujungnya. Tak terasa sudah mengikuti challenge sehari satu tulisan yang diselenggarakan oleh KLIP (Kelas Literasi Ibu Profesional). Awalnya memang pingin ikutan biar ada semangat menulis. Biasanya kalo dikejar-kejar jadi lebih termotivasi. Yang ngejar diri sendiri. Yang bikin target juga diri sendiri.

Meskipun tulisan masih acak acakan. Ga berfaedah. Kadang ga nyambung antara judul dan isi. Atau kadang maksudnya mau bercerita A tapi kemudian melebar dan berakhir bercerita X. Bahasanya ga jelas juga. Pengen bahasa Indonesia yang baik dan benar kok nganu... ga pake bahasa Indonesia nampak alay๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†.

Yah begitulah.. namanya juga menulis karena hobby. Ga punya editor juga๐Ÿ˜‚. 

Dari 28 hari di bulan Februari, aku ga post tulisan tanggal 13. Karena ketiduran dan kebangun jam 00 lewat 15. Rasanya keseeeelllll banget. Pengen nangis guling-guling. Ih lebay kan... 
Padahal ga nulis juga ga ada hukumannya๐Ÿ˜„.

Semoga bulan Maret bisa konsisten nulis lagi. Tulisan lebih terarah, bahasa lebih enak dipahami, dan isinya lebih berfaedah.

Salam literasi๐Ÿ˜˜

Merah Itu Aku
Jogja, 28 Februari 2019
Continue reading Tantangan Menulis

Wednesday, February 27, 2019

Yang Muda Yang Menispirasi

Akhir-akhir ini, aku merasa bahwa usiaku semakin banyak saja jumlahnya. Ya emang udah banyak sih...cuma berasa semakin banyak karena aku kerap kali dikelilingi oleh ibu dan perempuan muda yang beda usia denganku, belasan tahun๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„.

Semangat berbagi mereka luar biasa. Kadang merasa malu karena mereka yang muda sudah bisa menginspirasi banyak orang, sedangkan aku masih begini-begini saja. Tapi aku bersyukur karena bisa bertemu dengan mereka yang bisa menularkan semangat muda mereka. Belajar dari mereka.

Usia hanyalah angka, jiwa dan semangat kita tetap harus muda.

#menolaktua

Merah Itu Aku
Jogja, 27 Februari 2019



Continue reading Yang Muda Yang Menispirasi

Tuesday, February 26, 2019

Ayah

Jadi ibu itu harus rela ketika wajah sang anak disebut-sebut mirip ayah nya banget. Atau ketika sifat-sifat sang anak mirip banget ayah nya. Ibunya cuma dapet hamil aja. Semua-semua mirip ayahnya. Ahh...aku ra popo๐Ÿ˜…

Menjadi ibu pun harus rela ketika anak-anak begitu fasihnya mengucapkan 'ayah' sedangkan mengucap kata 'bunda', sedikitpun belum tampak hilalnya. Padahal yang selalu ada di deket anak-anak adalah bunda.
Apakah ada yang bisa menjelaskan secara ilmiah kenapa hal tersebut terjadi? Karena ketiga anakku bisa mengucapkan 'ayah', jauuuhhh sebelum akhirnya terdengar kata 'bunda' dari mulut-mulut mungilnya๐Ÿ˜†.

Merah Itu Aku
Jogja, 26 Februari 2019

Continue reading Ayah

Monday, February 25, 2019

Buku Harian

Siapa yang jaman sekolah suka nulis buku harian? 
Aku ๐Ÿ™‹๐Ÿ˜…
Dari semua buku harian yang pernah ditulis, adakah yang masih tersimpan sampai sekarang? ๐Ÿ˜

Buku harian jaman kuliah yang masih tersimpan sampe sekarang.
Aku punya dong. Ini buku harian yang masih aku simpan dan ikut pindahan sampe sekarang. Buku harian ini cuma ada satu di dunia. Bikinnya pake perasaan banget. Dih...๐Ÿ˜†

Aku bikin sendiri pas kuliah. Motong-motong kertas hvs warna jadi 4 bagian tiap lembar. Sampulnya pake kertas buffalo yang aku tempelin potongan huruf yang juga aku bikin sendiri. Dalemnya ada kalender dengan background foto ku dan Mr. Right waktu masih muda. Yang terlalu memalukan untuk dipamerin di sini. Dan juga beberapa kata mutiara yang menyentuh jiwa, yang aku print di kertas-kertas hvs juga. Lalu kesemuanya itu aku bawa ke tukang foto copy dan penjilidan skripsi langganan deket kampus. Jadilah buku harian yang cuma ada satu di dunia ini.

Alasan kenapa buku harian ini masih aku simpen dan ikut pindah ke manapun aku pindah, karena buku ini yang udah paling dewasa... meskipun kalo dibaca ulang cukup memalukan juga๐Ÿ˜‚. Alasan lainnya, karena paling aman, nama yang sering disebut-sebut ya Mr. Right yang sekarang dah jadi suami. Jadi ga akan ada prahara kalo Mr. Right baca, meskipun akan sangat memalukan. Seperti kepergok pernah menggilainya๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚. Yah, aku pernah alay pada jamannya๐Ÿ˜„.

Ga usah penasaran gimana isinya ya...maluuu aku tu....

Aku cuma mau menunjukkan bahwa meskipun aku kuliah di farmasi, aku masih punya begitu banyak waktu luang untuk motong-motongin kertas๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ.

Merah Itu Aku
Jogja, 25 Februari 2019

Continue reading Buku Harian

Sunday, February 24, 2019

Do It Yourself

Aku adalah tipe orang yang mudah sekali merasa kecewa. Dan kalo sudah kecewa, biasanya akan menjadi sedih berlarut-larut. Itulah sebabnya, aku jarang sekali meminta. Karena jika keinginanku tidak terpenuhi, aku akan merasa sangat kecewa.

Aku bersyukur dididik untuk tidak mudah meminta sejak kecil. Bukankah lebih baik memberi daripada meminta? Yah, di samping karena aku tidak ingin merasa kecewa juga sih๐Ÿ˜

Tapi aku memang harus bersyukur. Karena dengan jarang meminta, aku jadi lebih kreatif. Waktu kecil, aku udah jahit baju boneka sendiri dan bikin dekorasi rumahnya. Meskipun rumahnya cuma kamar dan dapur aja๐Ÿ˜†. Hepi tiada terkira... di saat temen-temenku minta dibelikan mainan baru, aku begitu puas dengan buatanku sendiri.

Ternyata hobi bebikinan berlanjut sampai sekarang. Kalo bisa bikin, kenapa harus beli? 
Dan terima kasih untuk teknologi bernama internet yang membuatku tidak merasa sendirian. Aku jadi semakin bersemangat ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Merah Itu Aku
Jogja, 24 Februari 2019
Continue reading Do It Yourself

Saturday, February 23, 2019

Aku dan Bapak

Hampir setiap aku atau anak-anak sakit, aku tidak bercerita pada bapak ibu. Mereka pasti jadi kepikiran dan berusaha untuk datang jika mendengar kami sakit. Biarlah bapak dan ibu mendengar cerita-cerita bahagia saja dari kami. Biasanya aku baru cerita setelah kami semua sehat kembali๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Seperti kemaren itu, aku menghindari berkabar biar ga keceplosan cerita. Haha...sesungguhnya aku sangat sulit menahan diri untuk bercerita.
Tiba-tiba di hari Jumat sore, ibu menelpon dan menanyakan kabar kami. Alhamdulillah kami sudah bisa dikatakan sehat. Kemudian mengalirlah cerita dari ibu, kalo hari Senin kemaren bapak sakit sampe ga bisa pergi-pergi. Aku pun akhirnya cerita kalo habis demam tinggi, di hari Senin juga. 
Kebetulan yang misterius karena bukan sekali dua kali terjadi denganku dan bapak. Sudah aku alami sejak kuliah. Dan biasanya, sakit yang kami derita, sama. Apakah sekuat itu ikatan bapak dan aku? Entahlah... atau karena kami tinggal di musim yang sama? Mungkin kalo aku tinggal di belahan bumi lain tidak akan terjadi. Entah juga..

Tapi ngomong-ngomong tentang ikatan aku dan bapak, dari cerita ibu, aku tau dan ingat, waktu kecil aku akan demam tiap bapak dinas keluar kota. Jadi ibu selalu siap-siap. Duh...sebegitunya ya aku๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

Aku pernah baca, bahwa anak perempuan biasanya lebih dekat (ikatan batin) dengan ayahnya. Ini juga yang bikin Mr. Right pingin banget punya anak perempuan (dahulu kala tapi๐Ÿ˜๐Ÿ˜).

Merah Itu Aku
Jogja, 23 Februari 2019
Continue reading Aku dan Bapak

Friday, February 22, 2019

Pepaya

Aku ga suka pepaya. Padahal aku tau kalo pepaya itu kaya akan manfaat. Selain banyak mengandung vitamin A dan C, pepaya juga kaya serat yang baik untuk pencernaan.

Kenapa aku ga suka pepaya? Karena baunya ga enak.
Tapi ga suka pepaya bukan berarti aku ga pernah makan pepaya lho ya.. pernah banget. Dalam keadaan terpaksa๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

Dulu, jauh sebelum kami menikah, Mr. Right terheran-heran waktu dia ambilin aku pepaya dan aku bilang kalo aku ga suka pepaya. Dia bilang dengan teganya "oh, ternyata ada juga ya makanan yang ga kamu suka". 
Menurut ngana? 
"Aku juga ga suka"
Mungkin jodohku terpampang nyata saat itu. Eh...gimana?๐Ÿ˜’

Alhamdulillah, ketiga anakku suka pepaya semua. Ada yang karena merasa butuh, ada yang emang suka makan apa aja๐Ÿ˜‹. Jadi aku ga perlu merayu-rayu mereka buat makan pepaya, sementara aku sendiri ga suka. Itu sama kayak ngasih contoh buat ga takut sama kucing sementara aku, ah...sudahlah...

Meskipun aku dan Mr. Right sama-sama ga suka pepaya, di rumah hampir selalu sedia pepaya. Kalo sehari aja stok pepaya kosong di rumah, aku udah panik. Seriusan ini. Karena kalo sehari dua hari Dek Lou ga makan pepaya, pup nya rada susah. Kasiaaaannn. Jadi inget waktu Kakak Zidan belum sekolah dulu.

Kalo kamu suka pepaya ga?



Merah Itu Aku
Jogja, 22 Februari 2019
Continue reading Pepaya