Tuesday, April 30, 2019

Melatih Kemandirian Hari ke-6

Hari ini sudah merasa hari Rabu aja. Bukan...bukan karena hari Rabu ternyata libur, tapi entahlah... rasanya Rabu banget. Sampe aku menantikan hal-hal yang biasanya terjadi di hari Rabu😆. Mungkinkah ini pertanda bahwa aku butuh me time dengan ke salon tanpa bawa anak-anak?😌😌

Mari kita siapkan kemandirian anak-anak dulu, biar kalo ke salon ga perlu terlalu mikirin nasib yang di rumah. Hmmm... mungkin Mr. Right perlu juga dijadikan subyek latihan kemandirian😆😆. Kemandirian jagain 3 anak ganteng🤣.

Melatih anak-anak mandiri, terutama anak besar lebih ke konsistensi dan kemauan. Karena sebenernya anak-anak besar itu sudah mampu. Hanya saja kemauan untuk melakukannya yang mesti dilatih. 
Piket membuka korden dan merapikan tempat tidur didelegasikan lagi ke bundanya😑. Untuk menutup korden sudah berjalan baik. 



Hari ini Dek Lou aku biarkan ambil minum sendiri dari dispenser. Biasanya aku halang-halangi karena bikin banjir di mana-mana. Tadi dia berhasil mengisi gelas dan membawa gelas berisi air sampai ruang keluarga. Berhasil minum sendiri. Dan berakhir dengan menumpahkan seluruh sisa air dari dalam gelas ke lantai 🤧😅.

Jangan lupa besok libur.. 😘😘

Merah Itu Aku
Jogja, 30 April 2019
Continue reading Melatih Kemandirian Hari ke-6

Monday, April 29, 2019

Melatih Kemandirian Hari ke-5

Piket Kakak-kakak hari ini cuma berjalan sore hari aja. Nutup korden. Piket pagi, lewat semua. Buka korden, aku. Beresin tempat tidur, aku juga🤧.

Kalo poin kemandirian mengurus diri sendiri sudah lumayan. Bisa makan sendiri sampai habis. Bisa menyiapkan alat dan perlengkapan sekolah sendiri. Meskipun kadang masih harus diingatkan, tapi so far udah oke menurutku😊.



Dek Lou berhasil makan sendiri. Tapi lauknya aja😏. Akhirnya disuapin deh nasinya. 
Toilet training masih berlanjut. Sudah mulai bisa bilang 'pipis' meskipun belum jelas dan bilangnya pas udah di bawa ke toilet🤭.

Perjuangan masih panjang, Marimar😌😌.


Merah Itu Aku
Jogja, 29 April 2019
Continue reading Melatih Kemandirian Hari ke-5

Sunday, April 28, 2019

Melatih Kemandirian Hari ke-4

Sebenernya piket membuka dan menutup korden sudah aku terapkan lumayan lama. Cuma kadang aku gemas karena udah siang ga dibuka ato sampe menjelang maghrib ga ditutup-tutup juga, akhirnya lebih sering aku yang piket😄.
Mumpung pas tema tantangan ini, aku galakkan kembali piket anak-anak besar. Kakak Zidan bertanggung jawab terhadap korden kamar, sedangkan Kakak Athar bertanggung jawab terhadap korden ruang tamu.
Masih perlu beberapa kali diingatkan sampe mereka menyelesaikan piket perkordenan. Aku akan tetap menerapkan piket ini sampai mereka bergerak tanpa perlu diingatkan lagi.
Jujurly, aku tidak tau harus memberi nama apa pada kegiatan piket ini. Apakah mungkin termasuk mengurus diri sendiri juga ya?😄 Karena di dalam piket itu akan aku masukkan kegiatan merapikan tempat tidur dengan melipat selimut juga.
Untuk mengurus diri sendiri, mereka masih konsisten dengan serangkaian ritual mandi dan makan sendiri😁.



Hari ini Dek Lou mulai aku latih makan sendiri. Yang kering-kering aja dulu (ga pake kuah) biar ga gitu berantakan🤣🤣. Tadi Dek Lou berhasil makan siomay kukus sendiri. Ga sampe abis sih...tapi udah lumayan bisa nusukin siomay dan masukin ke mulutnya. Berantakan tentu saja🤭. Besok meningkat ke makanan yang lebih menantang kesabaran emaknya ya😄.

Merah Itu Aku
Jogja, 28 April 2019
Continue reading Melatih Kemandirian Hari ke-4

Saturday, April 27, 2019

Melatih Kemandirian Hari ke-3

Biasanya, aku memotong kuku anak-anak di hari Jumat. Kemaren aku sudah memotong kuku Kakak Athar dan dek Lou. Tapi Kakak Zidan belum aku potong kukunya karena kemaren dia sedang main ke luar rumah. 
Jadilah aku minta Kakak Zidan untuk memotong kuku sendiri hari ini. Untuk kuku jari kanan, aku yang bantu potong. Karena Kakak Zidan right hand, dia sulit memotong menggunakan tangan kiri. Untuk kuku jari tangan kiri, dia potong sendiri. Hasilnya masih yaa....gitu deh..😂. Tapi paling tidak, dia sudah berusaha. Dan pada akhirnya, aku juga yang rapikan kukunya🤭.

Kakak Athar hari ini sudah oke mengurus diri sendiri. Dari mandi pagi, ambil handuk, meletakkan baju kotor ke tempatnya, hingga makan sendiri, sudah bisa dilakukan meskipun kadang masih harus diingatkan.
Besok akan aku tambah poin kemandirian untuk mereka berdua.


Toilet training dek Lou hari ini sudah mengalami kemajuan. Meskipun masih menggunakan kode pegang-pegang celana dan ngeden-ngeden, hari ini intensitas ngompol dek Lou semakin berkurang. Dan terjadi peristiwa ngompol itu, biasanya karena aku yang kurang memperhatikan.
Besok, aku akan menambahkan poin kemandirian juga untuk dek Lou😌.


Selamat menghabiskan weekend bersama keluarga tercinta😘😘.

Merah Itu Aku
Jogja, 27 April 2019
Continue reading Melatih Kemandirian Hari ke-3
,

Klaster 1: Dapur (Part 2)

Setelah libur kuliah Gemar Rapi selama seminggu, akhirnya kami kembali lagi dengan task 7. Masih seputar dapur. Dan kali ini giliran kulkas😌. 
Silakan baca klaster dapur (part 1) di sini.
Untuk berbenah dapur sendiri, aku masih belum kelar. Karena ternyata saat praktek langsung, muncul ide yang tiba-tiba tercetus untuk sedikit merubah lokasi penyimpanan barang-barang perdapuran. Barang-barang yang di declutter pun semakin banyak saja🤭. Kalo udah bener-bener beres, aku share di mari.

Okay...aku lanjutkan cerita berbenah dapur ya...
Sebenernya aku udah mulai 'mengkotakkan' bahan makanan di kulkas sejak beberapa tahun yang lalu. Saat itu belum hits istilah food prep. Ato aku nya yang kurang pergaulan dengan dunia dapur pada masanya.
Memasukkan bahan makan pada kotak-kotak itu bertujuan supaya kulkas rapi dan mudah menemukan serta menyimpan kembali bahan-bahan tersebut. Karena aku gampang bete kalo berantakan, maka kotak-kotak itu amat sangat membantu. Ternyata, dengan memasukkan ke dalam kotak, bahan makanan juga semakin awet (asal treatment nya benar).

Berikut ini adalah penampakan kulkas setelah dibersihkan. Tidak banyak berubah dan memang tampak kosong di akhir minggu😁.


Dalam seminggu, aku bisa menghabiskan setengah sampai satu kilogram kentang dan wortel. Kentang dan wortel hampir selalu ada di rumah, seperti halnya telur😄.
Aku memang memasukkan kentang ke dalam kulkas supaya ga berceceran di luar. Dan alhamdulillah tidak ada kendala yang berarti karena selama ini kentang termasuk bahan yang fast moving.
Kalau telur, seminggu bisa habis 1 kilogram kerena anak-anak dan Mr. Right suka banget makan telur. Aku sih seneng-seneng aja. Masaknya gampang😌.

Tepung dan keju, aku plot dalam belanja bulanan. Tepung 1 kilogram per bulan dan keju, 2 kotak.




Isian freezer standar aja. Daging ayam seminggu setengah kilo. Biasanya buat sop atau ayam kecap. Iga sapi stoknya awet. Ga ada perkiraan berapa kebutuhan per bulan. Biasanya diisiin sama eyangnya anak-anak, sama seperti halnya bakso. Sepertinya mereka tau, kapan stok iga dan baksoku habis😁. 

Untuk bahan makanan lainnya, aku ga bisa pastikan berapa jumlah yang dibutuhkan. Tergantung menu masakan yang aku buat tiap minggu.

Evaluasi dari berbenah kulkas yang sudah aku lakukan:
1. Aku masih menemukan bahan makanan yang sudah membusuk gara-gara aku beli makan di luar dan ga masak. Trus besok2annya lupa kalo punya sayur itu karena menu masaknya udah beda😔
2. Pastri instan masih tersisa secuil di freezer dan ternyata sudah kadaluarsa. Sedih banget... udah lama ga berhubungan dengan pastry sampe lupa masih punya simpenan.

Rencana ke depan, aku tetap akan melakukan food preparation lebih disiplin lagi agar tidak ada bahan makanan yang terbuang.

Kebiasaan baik yang akan rutin dilakukan:
1. Harian:
- mencuci peralatan masak dan makan, segera setelah digunakan
- mengganti lap tangan 2 hari sekali

2. Mingguan:
- mengganti keset dapur
- mencuci rak piring samping sink
- mengecek kondisi duo bawang

3. Bulanan:
- membersihkan kulkas
- cek stok persediaan bahan makanan

Alhamdulillah mendapat dukungan dari suami tercintah untuk mengurangi barang-barang dapur secara besar-besaran. Semoga tidak dijadikan alasan untuk beli peralatan dapur yang baru🤭.

Merah Itu Aku
Jogja, 27 April 2019




Continue reading Klaster 1: Dapur (Part 2)

Friday, April 26, 2019

Melatih Kemandirian Hari ke-2

Hari ini, kakak Zidan masih libur. Jadi tadi pagi ikut aku ketemuan sama temen di Rumah Warna. Eh, aku baru pernah lho ke Rumah Warna yang di ringroad utara itu. Ternyata dalemnya luas banget dan banyak yang jualan makanan. Penting😆.

Bawa kakak Zidan kayak tadi itu lumayan juga sih..bisa bantuin jaga dek Lou, meskipun harus tetap dalam pengawasan karena terkadang kakak Zidan belum bisa mengukur aman dan bahaya dalam memperlakukan adeknya😁.

Tadi kakak Zidan sudah menunjukkan kemandirian mengurus diri sendiri. Dia sudah mau dan berani menghampiri mba penjual minuman ketika dia merasa haus, untuk menanyakan ketersediaan minuman yang dia inginkan. Alhamdulillah😍.

Untuk kakak Athar, hari ini dia berhasil membuat minuman Milo campur SKM sendiri. Biasanya dia minta tolong aku untuk membuatkan. Atau aku yang tidak membiarkan dia melakukannya sendiri karena khawatir berceceran dan berantakan. Hari ini, aku membiarkannya melakukan sendiri. Alhamdulillah dia berhasil melakukannya dengan rapi. Terima kasih, kakak😘.

Mengurus diri sendiri hari ke-2

Kalo untuk dek Lou, hari ini mengalami kemunduran dalam tailet training. Mungkin karena tadi bolak balik minum, jadinya berkali-kali ngompol. Ngajak ke toilet pas pengen pup aja tadi🤭. Besok harus lebih sigap mengamati kode-kode darinya. Setiap kali dia pipis, aku ingatkan untuk memberi tau ku sebelumnya. 

Toilet training hari ke-2

Merah Itu Aku
Jogja, 26 April 2019
Continue reading Melatih Kemandirian Hari ke-2

Thursday, April 25, 2019

Melatih Kemandirian Hari ke-1

Hari pertama tantangan untuk melatih kemandirian Kakak Zidan dan Athar adalah mengurus diri sendiri. Sedangkan untuk Dek Lou, toilet training (yang lebih serius).


Checklist melatih kemandirian Zidan dan Athar

Checklist melatih kemandirian Lou

Sehari sebelum memulai tantangan, aku sounding tentang kemandirian kepada Kakak Zidan dan Athar. Aku beri tahu bahwa mulai sekarang, mereka harus makan, mandi (termasuk ambil dan balikin handuk), ambil baju, siapin kebutuhan sekolah sendiri. 
Untuk makan sendiri, aku tanya ke kakak-kakak mau dimasakin apa yang mereka suka. Hari ini mereka minta sop aja. Tadinya minta zuppa soup😆😆. Bersyukurnya karena kemaren baru masak soup jagung, jadi emaknya bisa ngeles😅
Alhamdulillah hari ini mereka mau makan sendiri di meja makan berhadap-hadapan... aku terharu... biasanya mereka makan di sofa. Trus jalan ke sana kemari. Sambil mainan apalah apalah. 
Untuk mandi sendiri, mereka berdua emang udah terbiasa. Cuma masih PR di bagian perhandukan. Hari ini Kakak Athar udah ambil dan balikin handuk sendiri. Kalo Kakak Zidan memilih untuk ga pake handuk. Gimana ngeringinnya? Berdiri aja di atas keset depan kamar mandi sambil sesekali bergerak-gerak buat menghalau air di tubuhnya🤣.

Untuk Dek Lou, sebenernya aku sudah memulai toilet training sejak dia 4 bulan. Awalnya, aku mengamati jadwal pipis. Ketika telah tiba jadwal dia pipis, aku bawa ke toilet. Semakin ke sini, dia mulai menunjukkan kode-kode. Jika kode itu nampak, aku langsung ajak ke toilet. Apakah pasti berhasil? Belum tentu. Dek Lou kadang-kadang masih ngompol.
Kali ini, aku lebih serius toilet training untuk Dek Lou. Aku minta, dia bilang pipis kalo mau pipis. Tapi karena dia hanya menyebutkan kata-kata yang dia mau (dan nampaknya kata pipis bukan termasuk kata yang dia ingin ucapkan), jadi sampe saat ini, dia cuma pegang-pegang celana aja kalo minta ke toilet. Alhamdulillah hari ini bari 1x ngompol, sisanya berhasil pipis di toilet. Good job Dek Lou😘😘😘


Merah Itu Aku
Jogja, 25 April 2019






Continue reading Melatih Kemandirian Hari ke-1